2020-08-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Ancaman krisis pangan akibat FAO tak bisa dianggap remeh. Perkiraan melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan meningkatnya kemiskinan pasti akan berdampak pada boomingnya perkembangan industri pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berulang kali menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan pangan. Komitmen tersebut terlihat melalui berbagai tahapan strategis peningkatan pasokan pangan di masa normal baru, antara lain dengan percepatan musim tanam kedua, pengembangan rawa, perluasan tanaman baru, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan pangan, dan peningkatan kapasitas produksi pangan. Untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sistem logistik pangan, dan pengembangan pertanian modern.

Menteri Pertanian SYL sering menekankan bahwa pertanian merupakan sektor yang menjanjikan karena setiap orang membutuhkan pangan. Pertanian merupakan sektor kunci dengan kontribusi sekitar 55,5% dari PDB pada kuartal pertama tahun 2020. Dari sisi penyediaan pangan, Menteri Pertanian SYL menjamin bahwa pasokan pangan hingga akhir tahun 2020 akan bermanfaat dan aman.

“Berdasarkan perhitungan BPS, diharapkan stok akhir beras pada Desember 2020 mencapai 6,27 juta ton. Permintaan masih akan terpenuhi hingga Februari 2021”, Menteri Pertanian SYL mengumumkan, Kamis (25/6). 7000 ton, telur 1,044 juta ton, gula 1,210 juta ton.

Kondisi pasokan nasional harus “memberikan harga yang terjangkau secara merata kepada masyarakat di seluruh wilayah. Oleh karena itu, strategi Kementerian Pertanian adalah menekan biaya pengangkutan pangan dari daerah surplus ke daerah yang sangat miskin. Hal ini dilakukan untuk memungkinkan petani Tanaman tersebut terlindungi dari pandemi, sehingga petani dapat terus tumbuh dengan antusias.Pada Juni 2020, total sarana pengangkutan mencapai 140 ton bawang merah, 19,9 ton cabai besar, 62,2 ton cabai dan 26,5 ton telur. Pengangkutan akan terus dilakukan. Memfasilitasi intervensi pasokan untuk memastikan akses pangan tetap merata di seluruh wilayah.Tujuannya untuk memutus rantai pasokan, sehingga produsen dapat memperoleh harga yang cukup besar, dan konsumen dapat memperoleh pangan yang terjangkau.

Direktur BKP A Agung Hendriadi mengatakan, strategi lain yang ditempuh Kementerian Pertanian untuk memprediksi krisis pangan adalah diversifikasi pangan lokal.

Tinggalkan Balasan