2020-08-25 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Tersangka manajer produksi PT didenda di Pengadilan Negeri Tangerang Banten pada Kamis (16/7/2020). Tuan EJI X.Z. dan M.S. dihukum 2 tahun penjara dan denda Rp 150 juta atau 2 bulan penjara. Kedua pimpinan PT. EJI terbukti secara hukum dan melanggar hukum karena mengintimidasi pekerja / serikat pekerja. Iswandi Hari, Plt. General Manager PPK dan K3 Disnaker di Jakarta, Jumat (17/7/2020). General Manager PPK dan K3 Iswandi Hari (Iswandi Hari) mengatakan, untuk mengatasi masalah pelanggaran UU Ketenagakerjaan, RUU tersebut dilaksanakan dengan mengutamakan pelaksanaan UU pendidikan dan pencegahan. Ivandi mengatakan: “Jika dua metode diadopsi tetapi masih diabaikan atau diabaikan, penindasan Eustis akan dilaksanakan dalam bentuk proses hukum di pengadilan.” Pelanggaran Pasal 28 ayat (1) UU No. 21 tahun 2000 tentang pekerja / serikat buruh, yang berbunyi sebagai berikut:

‚ÄúSetiap orang dilarang mencegah atau memaksa pekerja / pekerja untuk melatih atau membongkar, tidak mengatur, mengelola Atau tidak mengelola, menjadi anggota atau bukan anggota dan / atau secara langsung atau tidak berpartisipasi dalam kegiatan serikat pekerja dengan cara sebagai berikut: a. Pemutusan hubungan kerja, skorsing sementara, penurunan pangkat atau mutasi; b. Tidak ada pembayaran atau pengurangan upah pekerja; menentang segala bentuk intimidasi; Kampanye lain menentang pembentukan serikat pekerja. “- Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 28 (1), Pasal 43 (1) diancam dengan paling sedikit satu kali penjara. Satu tahun, sampai 5 tahun dan / atau denda minimal Rp. 100 juta, tertinggi Rp. 500 juta. (*)

Tinggalkan Balasan