2020-08-24 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Liga berjenjang Kemenpora harus menjadi fondasi yang kokoh bagi perkembangan pemain muda Indonesia.

Demikian pesan yang ditegaskan Menpora Zainudin Amali saat membuka liga virtual berjenjang Kemenpora dalam keadaan Kongkow Senin (15/6) / 2020) Sore harinya, ruang rapat di lantai 9 Kemenpora, Jakarta.

Asisten Budaya Olah Raga Raden Isnanta beserta jajarannya yang berdedikasi untuk pengembangan Mahfudin Nigara juga turut berpartisipasi dalam acara ini .– -Sebelumnya Menpora mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta.Sampai saat ini masih menjadi tempat untuk memimpin seluruh level Liga Kemenpora Mulai dari operator pusat U-12, U-14, U-16, U-17 perempuan, U-21 dan 34 koordinator provinsi atau regional di berbagai tingkatan. Yang terhormat bapak ibu sekalian yang berpartisipasi dalam acara ini, ”ujarnya,

Dalam acara tersebut Menpola mengatakan bahwa Kemenpola memiliki pelatih multi level league dan akan bekerja secara rutin.

“Kedepannya, Menteri Pemuda dan Olahraga menyampaikan bahwa liga di tingkat Kemenpora ini akan diperkuat lagi karena kita memiliki arahan presiden percepatan sepak bola nasional yang menjadi landasan kokoh bagi perkembangan sepak bola nasional. -Menurutnya, tanpa pengawasan dari anak-anak muda, mustahil bisa mendapatkan bakat sepakbola Indonesia yang luar biasa.

“Kita perlu fokus pada pelatih anak usia dini. Kita telah meletakkan dasar untuk semua olahraga dan meletakkan dasar untuk perkembangan anak-anak muda. Agar sukses dan lebih baik. Kita bersyukur dan bersyukur, dan kita juga memiliki harapan yang tinggi untuk semua peserta , Saya berharap mereka akan mendorong dan mengembangkan sepak bola kita sejak mereka masih muda. “-Menpora berharap dengan bimbingan dari presiden sepak bola nasional, pelatihan sepak bola akan ada di masa depan-” Tujuan akhir kami adalah membentuk tim nasional yang kuat dan berasal dari masa muda kami. Bakat. Saya berharap pemain kita bisa mendominasi semua klub di La Liga 1 dan La Liga 2, dan tidak menghalangi peluang pemain lokal dengan cara lain. Di tim inti, “kata menteri kelahiran Gorontalo itu. (*)

Tinggalkan Balasan