2020-08-24 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Yokowi menyayangkan kabar kelangkaan pangan di seluruh tanah air saat wabah Corona (Covid-19). Menurut Chokovi, sebenarnya terjadi kelebihan produksi pangan di seluruh negeri, namun kelangkaan pangan masih terjadi di provinsi atau wilayah tertentu.

Surplus di provinsi lain bisa dihilangkan, “kata Jokovi. Rapat terbatas melalui video conference, Selasa (5/5/2020).

Terkait hal tersebut, Jokowi juga puji Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Mereka terus meningkatkan produksi dan membantu petani selama pandemi. — Bacaan: Guru Besar Cadangan Pangan Nasional IPB: Jangan Dilihat Sebagian- “Jadi jangan tulis kebohongan Menteri Pertanian. Menteri Pertanian, ini akan memalukan. Chokovi melanjutkan, bukan soal kekurangan pangan nasional, tapi provinsi. Cukup, meski distribusinya tidak merata. Karena surplus sistem pasokan pangan antar daerah, hal itu menjadi hal yang lumrah.

Baca: Memprediksi Kekeringan, Jokovy menyerukan dimulainya penyimpanan air di wilayah pertanian

“Di negara maju seperti Amerika Serikat, meskipun distribusi makanan tidak merata, kami adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan produksi yang buruk. Bisa merata di seluruh wilayah. Sistem distribusinya harus lebih tertata, “jelas Firdaus.

Di saat yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian akan terus mengupayakan sinergi dan kerja sama dengan semua pihak untuk menjaga pasokan dan distribusi pangan, khususnya pasokan 11 komoditas. Bahkan tahun ini, sebagian besar provinsi masih mencatat produksi berlebih. -Untuk itu, Kementerian Pertanian sedang merumuskan strategi sistem logistik nasional untuk menyederhanakan rantai pasokan. Intervensi pasokan dan distribusi. Salah satunya dengan mentransfer produk dari daerah surplus ke daerah defisit. Dia menjelaskan, sedikitnya 28 provinsi saat ini terkendali. -Baca: Kementerian Pertanian Yakin Produksi Pangan di Indonesia Kuat dan Terkendali- “Provinsi lain, Kaltara dan Maluku, tentunya juga perlu perhatian lebih,” Syahrul .

Harap diperhatikan, sesuai pengumuman BPS Perkiraan produksi, perkiraan pasokan pangan nasional, pada Juni 2020 diperkirakan akan terjadi surplus beras 6,4 juta ton, jagung 1,01 juta ton, bawang merah 330.384 ton, gula pasir 1,07 juta ton, dan minyak nabati 5,7 juta ton. Diperkirakan masih ada produk lain seperti bawang putih, cabai merah besar, cabai, daging sapi, kerbau dan telur. -Per Maret 2020 stok beras 35 juta ton, Brogger 1,4 juta ton, pabrik 1,2 juta ton, pedagang 754.000 ton, dan tahun 2008 2.939 ton. Gudang gabah masyarakat (LPM). Hormati saham di komunitas lain (seperti keluarga). (*)

Tinggalkan Balasan