2020-08-24 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) telah memberikan kewenangan kepada ribuan pekerja yang di-PHK dalam program padat karya untuk merespon pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah pekerja yang di-PHK menyemprotkan disinfektan di banyak perusahaan.

“Buruh yang terkena PHK Covid-19, kami ikut melakukan penyemprotan disinfektan, yang merupakan bentuk pemberdayaan bagi mereka,” kata Dirjen. Binwasnaker Kementerian Ketenagakerjaan dan Iswandi Hari, Kepala Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), melakukan penyemprotan disinfektan di Kawasan Perdagangan Bebas Nusantara (KBN) di Cilinching, Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Iswandi mengatakan usai ini Dalam waktu dua bulan, Kementerian Ketenagakerjaan telah mendaftarkan para korban PHK dan mereka yang terkena Covid-19 untuk ikut serta dalam penyemprotan desinfeksi untuk pasukan, dan target lokasi penyemprotan adalah pukul 20 di kawasan industri. Pendiri tenaga kerja Ida Fauziyah yang diungkapkan M pada Kamis (26/3/2020) di Kawasan Penghubung Kepulauan (KBN) Cakung, Jakarta Timur. -Kedua, Kamis (02/04/2020). Harus selalu ada profesional APD yang memenuhi standar untuk setiap semprotan.

Iswandi menjelaskan, dalam menghadapi wabah Covid-19, pemerintah akan terus mengubah rencana padat karya.

Saat ini salah satu program padat karya yaitu program intensif menyasar pekerja yang di-PHK dan pekerja terdampak Covid-19 yang melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan perusahaan di kawasan industri. Iswandi Hari.

Iswandi berharap dengan melibatkan para korban PHK dan pekerja terdampak Covid-19, para pekerja akan memperoleh penghasilan lebih melalui insentif yang diberikan dalam program kerja padat karya. , Menyemprotkan desinfektan selama pandemi Covid-19 untuk memotivasi teman-teman yang mengalami kemacetan akibat Covid-19 dan terkena dampaknya. — “” Harapannya banyak pihak yang ikut serta “Kiprahnya melibatkan kegiatan padat karya, yang melibatkan para pekerja yang di-PHK, terutama para profesional dari dunia usaha (industri) yang mendampingi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan