2020-08-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong penerapan pembayaran digital dan Quick Response Code Indonesian Standards (QRIS) bagi koperasi dan UKM sebagai bentuk pengembangan e-commerce antara KUKM di Indonesia, khususnya pada masa COVID-19 Pandemi. – “Pedoman pemerintah untuk bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah pasti akan membatasi ruang gerak konsumen. Di sisi lain, mencukupi kebutuhan hidup harus terus dilakukan. Masyarakat telah melihat perubahan pola konsumsi dari offline menjadi online,” Menteri Teten Masduki di IKOPIN di Zhou Dikatakan pada Seminar Koperasi Internasional dan Usaha Kecil dan Menengah COVID-19 yang diluncurkan pada 5 Mei 2020.

Menurut Teten, e-commerce memegang peranan penting, terutama di era KUMKM. Transaksi produk selama pandemi di beberapa platform e-commerce online.

Oleh karena itu, Teten menilai pentingnya penerapan pembayaran digital dan QRIS untuk mendorong KUMKM tumbuh di tengah pandemi. Ia mengatakan: “Dalam sepuluh tahun terakhir, selain perkembangan platform pasar digital, pembayaran digital juga tumbuh pesat.” — Guna menggunakan pembayaran digital untuk menyederhanakan sistem pembayaran dan mendukung masyarakat tanpa uang tunai, berbagai inovasi teknologi dan teknologi baru . Model bisnis sedang dalam pengembangan.

Yang paling banyak digunakan adalah m-banking, yang dapat dengan mudah diakses kapanpun dan dimanapun melalui penggunaan e-wallet ponsel pintar Uang elektronik berbasis e-mo Ney atau chip berbasis server telah banyak digunakan. publik.

Selain itu, dalam rangka mempercepat perkembangan dunia, Bank Indonesia yang memiliki kewenangan terkait dengan kegiatan sistem pembayaran telah menerapkan kebijakan Indonesian Quick Response Code Standard (QRIS). – Saat ini terdapat 2,7 juta pedagang yang telah memasang QRIS (Bank Indonesia, 2020), beberapa diantaranya adalah usaha mikro (pedagang pasar tradisional dan kios grosir).

Perluas pemasangan dan penggunaan QRIS diantara pedagang lain (seperti pasar tradisional, sembako) Toko, usaha mikro, toko koperasi, dll.) – Terutama bila digunakan pada saat pandemi COVID-19, Bank Indonesia, koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah akan bekerja sama, dan Kementerian Perdagangan serta Bank Pembangunan Daerah akan memiliki akses ke wilayah yang lebih luas. Pasar tradisional.

“Saya ingin mengajak semua orang, mahasiswa, dan pengusaha untuk berpartisipasi dalam gerakan koperasi ini. Kita bersama-sama akan menyaksikan transformasi koperasi dari tradisional ke digital. Ia mengatakan:“ Digital telah mendorong sinergi antara pemangku kepentingan dan anggota koperasi. . “-Teten optimis koperasi dapat menjadi organisasi keanggotaan dengan nilai dan prinsip partisipasi, persatuan dan kemandirian, serta dapat menjadi agent of change di era digital saat ini. (*)

Tinggalkan Balasan