2020-08-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Profesor Ekonomi IPB Muhammad Firdaus mengimbau masyarakat tidak salah paham saat menerjemahkan pernyataan Presiden Yokowi tentang dietary balance-negative balance. Firdaus menegaskan, meski distribusi tidak merata, kondisi penyediaan sembako di seluruh pelosok tanah air mencukupi. – “Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, defisit dalam sistem penyediaan pangan antar kawasan sudah menjadi hal yang lumrah. Selain itu, kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dan produksi tidak dapat merata di seluruh kawasan. The Food Research Group Institute Pada telekonferensi yang digelar di Jakarta (3/5/2020) .

Baca: BPS: Kementerian Pertanian menggunakan data unik produksi pangan nasional

Dalam diskusi dengan pakar, praktisi, dan pemerhati pertanian, Firdaus Tandaskan bahwa daerah memiliki kelebihan dan kapasitas produksi masing-masing. Yang terpenting ketersediaan negara secara keseluruhan harus mencukupi. Selain itu, menurut dia, sistem distribusi harus ditata untuk mengurangi perbedaan harga antar daerah. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Upaya untuk menata ulang sistem distribusi kami. Distribusi makanan. Misalnya, Kementerian Pertanian telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan rintisan untuk kerja sama distribusi pangan. Data inventaris terbaru dan perkiraan pasokan pangan dalam beberapa bulan mendatang juga sangat lengkap. Ia mengatakan: “Ini hal yang baik dan harus diketahui masyarakat, agar masyarakat tetap tenang. Menurutnya, data perubahan harga pangan harian juga sangat penting. Terus pantau dan informasikan ke masyarakat. Termasuk petani. Panduan untuk komunitas yang lebih luas .

“Ini adalah salah satu alasannya. Bagaimana mengurangi kesenjangan harga antara petani dan konsumen. Saat saya cek langsung dengan petani di pelosok Boiolali, ternyata mereka sudah update harga di pasar utama dan besar. “Ini sangat luar biasa,” kata guru besar muda di IPB itu.

Mengenai situasi pandemi Covid, saat ini jaminan sembako sangat penting bagi masyarakat untuk bersiap melaksanakan rekomendasi stay-in-home. Setuju bahwa dukungan masyarakat tidak boleh dalam bentuk uang tunai. Bisa dalam bentuk kupon atau kemasan makanan. Mekanisme penyampaiannya bisa diatur agar masyarakat nyaman di rumahnya sendiri. Bertindak cepat untuk mengantisipasi hal tersebut. Area tertentu yang dia lihat telah terpengaruh oleh pandemi Covid-19, termasuk pariwisata, perhotelan, pengolahan, dan sektor informal.

Bahkan China, sebagai mitra dagang utama, telah terkena dampak resesi ekonomi. Transaksi global. Ia menyatakan: “Supaya bisa bertahan, kita harus terus menjaga daya tarik negara dan mencari produk baru dan pasar baru.” Bacaan: Pakar Agroklimat dan Hidrologi: Jangan khawatir, produksi beras 2020 aman-demi kelestarian negara Untuk ketahanan pangan, Firdaus menekankan pentingnya peningkatan akurasi data produksi dalam negeri dan data inventori pangan impor, membangun jalur distribusi logistik, menjamin ketahanan pangan, dan menjaga pengadaan. Ia juga mengulas tentang pentingnya menjaga status gizi dan kesehatan masyarakat saat terjadi pandemi. Hal tersebut dicapai dengan memperbanyak konsumsi produk hortikultura dan aneka kacang-kacangan. (*)

Tinggalkan Balasan