2020-08-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif di tengah melemahnya perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19. Ini terlihat dari penerimaan petani terhadap kenaikan harga gabah.

Kecuk Suhariyanto, direktur Badan Pusat Statistik, menjelaskan bahwa harga beras tanpa kulit naik 1,44% pada Juli 2020. Dia mengatakan dengan pertumbuhan ini, harga rata-rata biji di tingkat petani mencapai Rp4.788 per kilogram atau harga di tingkat pabrik mencapai Rp4.883 per kilogram.

“Akibatnya, harga sereal telah meningkat sebesar 1,32% dibandingkan dengan sereal biasa. Harga grade sama dengan bulan lalu. Kemudian, penerimaan petani terhadap harga sereal meningkat, sementara harga beras di tingkat konsumen menurun. Ini Ini membuktikan bahwa harga petani semakin tinggi dan semakin tinggi, ”Suhariyanto mengatakan bahwa dibandingkan dengan Juli 2019, harga rata-rata premium tanaman dan beras pada Juli 2020 meningkat masing-masing sebesar 4,33% dan 1,14%. Beras berkualitas tinggi turun 0,13%. Dia mengatakan: “Ini menunjukkan bahwa pasar kita sangat kaya akan beras.” Harap dicatat bahwa pada Juli 2020, dari 1.629 transaksi penjualan biji-bijian di 28 provinsi, 60,28% adalah tanaman biji-bijian kering (GKP). 20,81 lainnya adalah biji-bijian kering.

“Sisanya 18,91 butir cangkang,” ujarnya. Indonesia masih memiliki transportasi yang nyaman.

Harap dicatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) telah meningkat tajam pada bulan Juli 2020. Bahkan, angkanya mencapai 100,09, meningkat 0,49% dibanding NTP sebelumnya. Alasan kenaikan tersebut adalah karena indeks harga petani mengalami kenaikan sebesar 0,47%.

Nilai Tukar Rumah Tangga Petani Nasional (NTUP) juga mengalami kenaikan yang sama yaitu mencapai 100,53 atau 0,28%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan NTUP bulan lalu. Sebagai contoh, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayarkan oleh petani. NTP juga menjadi indikator untuk menentukan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian (Menteri Pertanian) Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam beberapa kesempatannya sektor pertanian tidak pernah mengalami pandemi atau krisis. Termasuk pandemi Covid-19. Menurut Menteri Pertanian, pertanian terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan jutaan orang Indonesia. Di negara bagian Covid-19 dan krisis apa pun, pertanian selalu menjadi solusi. Karena itu, mari kita dorong pertanian bersama. Tidak perlu lahan yang luas. Di tanah keluarga atau di sekitar kita, kita juga bisa. Sementara itu, Bhima Yudhistira, seorang ekonom dan peneliti di Institut Ekonomi dan Keuangan Pembangunan (Indef), mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan segera pulih. Menurut dia, selama periode pemulihan ini, dua sektor utama memainkan peran penting. Salah satunya adalah sektor pertanian.

“Indonesia memiliki sumber daya pertanian yang melimpah, jadi kunci untuk mempertahankan pemulihan adalah pengakuan produk pertanian, inovasi dan regenerasi petani muda.” (*)

Tinggalkan Balasan