//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Kementerian Ketenagakerjaan berencana menghapus 9.000 pekerja anak pada tahun 2020 | s1288 net login_download game adu ayam_sabung ayam judi
2020-08-24 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya menghapus pekerja anak dengan menghapus pekerja anak dari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk. Tujuan Kementerian Ketenagakerjaan adalah menghapus pekerja anak pada tahun 2020, dengan jumlah maksimal 9.000 pekerja anak.

Sejak 2008, jumlah pekerja anak yang diberhentikan dari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak adalah 134.456 dari 1.709 pekerja anak. Menaker Ida pada Jumat (6/12/12/2020). -Memasuki normal baru, Menaker menawarkan formulir tas agar lebih sedikit orang untuk bertemu-webinar ini diadakan untuk memperingati Hari Anti-Pekerja Anak Sedunia. Pekerja anak harus dilakukan bersama agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal secara fisik, mental, sosial dan intelektual. Ia mengatakan: “Ini adalah gerakan kolektif yang harus dikoordinasikan oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten / kota, serikat pekerja / serikat buruh, dan pengusaha untuk bekerja sama memerangi pekerja anak.” -Menaker Ida menegaskan bahwa Indonesia sangat berkomitmen untuk menghapus pekerja anak.

Tanda dari komitmen ini adalah ratifikasi Konvensi ILO No. 138 tentang usia minimum untuk memberikan pekerjaan berdasarkan UU No. 20 tahun 1999, dan adopsi dari adopsi konten teknis yang tertuang dalam Konvensi ILO tahun 2013 No. “UU Ketenagakerjaan” No. 13 .

Baca: Untuk mencegah penumpukan penumpang di masa normal baru, jam kerja ASN dibagi dua shift-Menaker Aida mencontohkan, nyatanya tidak semua anak Indonesia memiliki kesempatan penuh Olahraga. Hak dan kepentingan mereka mendapat manfaat dari kebutuhan unik mereka sebagai anak, terutama mereka yang lahir dari keluarga miskin atau sangat miskin. Dia berkata: “Memuaskan kebutuhan keluarga memaksa anak-anak untuk terlibat dalam pekerjaan berbahaya dan bahkan jatuh ke dalam bentuk pekerjaan anak yang paling berbahaya, yang sangat merugikan keselamatan, kesehatan dan pertumbuhan anak.”

Tinggalkan Balasan