2020-07-08 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah telah mendistribusikan 6.250 paket makanan kepada perwakilan serikat pekerja (SP / SB).

Juga memberikan bantuan serupa kepada pekerja kantor Kementerian Sumber Daya Manusia. Anak laki-laki, layanan keselamatan dan kebersihan, serta bantuan untuk korban tanah longsor di Desa Cigobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Distribusi bahan makanan sebelum Hari Raya Idul Fitri adalah tradisi tahunan Kementerian. Menaker Ida Fauziyah mengatakan dalam pidato yang disampaikan kepada Kementerian Tenaga Kerja Jakarta pada hari Rabu bahwa bantuan pangan dasar dan peralatan pertanian mengatakan:” Karena Festival Idul Fitri tahun ini Pandemi Covid-19 ada di sini, dan kami telah merasakan dampak ini bersama-sama. (20/5/2020). –Menaker Ida menambahkan bahwa selama bulan Ramadhan, pengusaha dan serikat pekerja / serikat buruh (SP / SB) akan mengirimkan bahan makanan untuk pertama kalinya pada tahun 2020. Seperti yang kita semua tahu, pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak masalah di berbagai masyarakat dan lingkungan sosial x, termasuk di bidang tenaga kerja, “katanya .

” Untuk orang yang kita cintai, banjir Lebak dan tanah longsor Korban, Banten, kami berharap bahwa ent disediakan dengan bantuan peralatan pertanian akan segera digunakan untuk bekerja di tanah. Jadi saudara-saudara bisa produktif lagi. Ada melanjutkan, mari kita berharap pandemi ini akan berlalu dengan cepat.

Menteri Ada menjelaskan bahwa sejak 13 Mei 2020, 6250 paket makanan yang didistribusikan hari ini adalah 500 paket dari BPJS Emploi dan PT KCIC dan komunitas K3.

Selain Mentari Intercultural School, Nurjadin Sumono Mulyadi & Partners dan PT Sauhbatera Samudera masing-masing menyumbang 300 paket, Bank BNI juga menyediakan 250 paket makanan, kilang PT Well Harvest Winning Refinery, masing-masing FKS Group dan Cornelius B Juniarto. Sediakan hingga 100 bungkus makanan

Menaker Ida mengatakan dalam pidatonya bahwa banyak kegiatan aktif juga dilakukan selama puasa, termasuk ibadah dan pekerjaan. Kita dapat belajar untuk meningkatkan dan berbagi dengan orang lain. “Puasa seharusnya tidak dijadikan alasan untuk malas. Harus diingat bahwa produktivitas harus ditingkatkan. Kami adalah individu yang terus belajar dan menjadi lebih baik. Saya berharap setelah Ramadhan, kami akan menjadi sakit dan menjadi orang yang lebih baik, “katanya.

Akhirnya, Menaker Ida mengundang semua pihak untuk mendengarkan Presiden Joko Widodo (Joko) Usulan Widodo, berdampingan dengan Covid-19 dalam standar baru. Menurut Menaker, hidup berdampingan dengan virus tidak berarti bahwa kita telah menyerah menghadapi pandemi. “Di sisi lain, hidup berdampingan dengan virus adalah penerapan peraturan kesehatan dalam menanggapi Sikap yang keras dalam kehidupan normal yang baru. Artinya, pakai topeng, cuci tangan sesering mungkin dan jaga jarak yang aman, “katanya. (*)

Tinggalkan Balasan