2020-08-23 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta jajarannya untuk memberikan bantuan guna meningkatkan nilai tambah, daya saing dan keunggulan masing-masing produk pertanian, termasuk hasil tanaman berupa rempah-rempah yaitu pala. Pesan tersebut disampaikan SYL pada Sabtu (30/5) saat mengunjungi pembibitan pala di Desa Seth, Kecamatan Leihaitu, Kabupaten Maluku Tengah.

SYL menyampaikan bahwa peran dan penguasaan teknologi sangat penting untuk mempercepat perkembangan penanaman. Menurutnya, karena teknologi sama dengan faktor produksi lainnya. Perkebunan yang dihasilkan oleh Balai Tanaman Industri dan Penyegaran (Balitri) merupakan salah satu jenis Tidore 1. Konon varietas ini memiliki keunggulan yang sama dengan Ternate 1 dari Pala. Namun Tidore 1 lebih tahan terhadap hama. Penyakit penggerek dan busuk buah. Produktivitas rata-rata varietas ini mencapai 7.500 benih / pohon / tahun.

Data dari Administrasi Umum Perkebunan menunjukkan produktivitas pala tahun 2018 sebesar 543 kg / ha, dan tahun 2019 sebesar 548 kg / ha. Produktivitas pala sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa perkebunan besar adalah perkebunan kecil. Di sana, petani masih menggunakan cara tradisional dan peralatan sementara untuk pengolahan dan pasca panen. Ini adalah era digital. Tolong, nasehat teknis tentang cara bercocok tanam harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Terutama dalam kasus seperti itu, pembatasan tatap muka. Oleh karena itu, kita harus memperkuat sektor hulu dan mengembangkan sektor hilir guna meningkatkan nilai tambah, ‚ÄĚkata SYL. -Harap diketahui bahwa permintaan pala dunia hampir memenuhi setengah dari Indonesia. Ekspor pala Indonesia pada 2018 menurut Ditjen Perkebunan Menurut data, 20.202 ton atau US $ 11169 juta.

Sementara itu, Badan Karantina Pertanian Ampang mencontohkan pengiriman produk pala berasal dari Ambon, dan tujuan Surabaya dan Jakarta pada 2020 sebanyak 106,1 ton. Frekuensinya 19 kali, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan, selama pandemi ini, sektor pertanian menjadi tulang punggung pandemi ini untuk menyediakan pangan rumah tangga.

Tinggalkan Balasan