2020-08-23 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi Kabupaten Jenoponto, salah satu sentra produksi jagung dan beras di Sulawesi Selatan, Senin (20/4).

Dalam kunjungan Au, Menteri Pertanian SYL menyampaikan pentingnya kerja sama dan solidaritas untuk memperkuat pertanian, khususnya selama pandemi Covid-19 global. SYL mengatakan saat diterima oleh Iksan Iskandar, Bupati Jeneponto. -Di bidang pertanian, menurut Menteri Pertanian, SYL tidak boleh dihentikan dalam keadaan seperti itu.

“Kegiatan produksi dan distribusi harus dilakukan. Saya minta polisi untuk mengawal makanan tersebut,” ujarnya. -SYL Menteri Pertanian dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar juga berasal dari Kung. Memanen padi di Kalumpangloe, desa kecil Palippri di Arungkeke Kab Jeneponto.

Bupati Iksan dalam sambutannya melaporkan bahwa 10.000 hektar sawah di Kabupaten Jeneponto memiliki produktivitas 5-6 ton per hektar, dan 36.000 hektar jagung memiliki produktivitas per hektar. Itu 7,8 ton.

“Namun, saya tunjukkan kendala kecil ke Pak Menteri. Untuk produk jagung, karena perbedaan harga, ada petani yang menjual produknya ke daerah lain. Di sini kadar air jagung petani mencapai 30%, dan harganya 1.700 Indonesia per kilonya. Shield. Sementara di tempat lain Rp 1.800 per kilogram, “ujarnya. Kata Iksan.

Iksan mengatakan hal ini terjadi karena para petani terjebak dalam kerja paksa. Selain itu, air yang dibutuhkan untuk jagung adalah 7% dari penerima pembayaran, sedangkan petani tidak melakukan pasca pengolahan panen, sehingga tanaman dengan kadar air tidak lebih dari 30% dapat segera dijual dengan menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk produksi pertanian.

“Ada 50 triliun rupiah dalam kur di pertanian. Pakai saja.” Kalau ada kontak atau perantara, saya minta dinas pertanian berkoordinasi dengan general manager PSP untuk menyebarkan KUR di sini, ”kata SYL.

SYL Dikatakan bahwa keberadaan KUR merupakan salah satu upaya yang dilakukan negara untuk menjamin kesejahteraan petani Indonesia dan membangun pertanian yang maju, mandiri dan modern.

“Jangan sampai tengkulak, keuntungannya jauh lebih besar daripada keuntungan petani. Ingat, tidak ada biaya untuk menampungnya. Menurut HPP, jangan membeli Jagung dari petani dengan harga Rp 1.700. Harga beli adalah Rs 3.150. Jangan beli di bawah HPP, “ujarnya. SYL .

Jadi, menurutnya harus ada proses pengolahan dan penjemuran, agar kualitas jagung bisa lebih baik dan harga lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan