2020-08-23 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menurut Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, kekurangan sembako di banyak provinsi kembali menguak masalah klasik pengelolaan distribusi yang tidak efisien. Kementerian dan lembaga harus segera memperbaiki manajemen distribusi agar defisit tidak menambah masalah baru pada kebutuhan pokok selama pandemi Covid-19.

<< Kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi dalam distribusi sembako selama pandemi Covid-19. Covid-19 melanda semua provinsi. Semua konsekuensi dari pembatasan sosial membuat orang merasa tidak nyaman. Jangan sampai defisit komoditas memperparah masalah, ”kata Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya. Ada kekurangan kebutuhan pokok.

Dan, menurutnya, semua orang tahu ketika kekurangan kebutuhan pokok mencapai m Saat itu, persoalan menyebar tak beraturan.

“Semua kementerian dan lembaga terkait (K / L) harus menekankan dua pernyataan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo. Pertama, pernyataan tentang kebutuhan dasar yang tidak mencukupi di beberapa daerah. Kedua, saat Presiden mengkaji kemungkinan penyebaran Covid untuk kedua kalinya. -19 di rumah dan memerintahkan seluruh instansi negara memperkuat pengawasan terhadap kelompok baru penyebaran Covid-19, ”ujarnya.

Bambang Soesatyo menambahkan, Presiden menerima data 89.000 TKI yang masuk ke Indonesia. , Mungkin ada 16.000 lebih pekerja migran yang datang.

“Siapapun yang tidak ingin Covid-19 menyebar di negara ini dan menyebarkan gelombang kedua. Di sisi lain, upaya nyata memutus rantai transmisi perlu diperkuat. Itu sebabnya presiden mengundang semua faktor. Tujuan publik adalah mengurangi jumlah pasien Covid-19 pada Mei 2020. Namun, Bambang Soesatyo menambahkan, skenario terburuknya adalah jika penularan gelombang kedua menjadi kenyataan, durasi pandemi Covid-19 akan diperpanjang.

Tinggalkan Balasan