2020-08-23 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengimbau perusahaan untuk melindungi pekerjanya dalam setiap aktivitas bisnis, termasuk menerapkan prosedur kebersihan di lokasi.

“Sebagai kebiasaan baru atau standar baru, tetapi suka atau tidak suka, Anda harus melakukan ini, karena sejauh ini belum ditemukan perangkat lunak antivirus yang dapat melawan Covid-19,” Menaker Ida Disampaikan dalam acara yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan.Tim Covid-19 yang bekerja di PT Bina Busana Internusa Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (19/6/2020)

Menaker Ida mengadvokasi penerapan prosedur kesehatan di tempat kerja, termasuk pemeriksaan rutin Temperatur tubuh terutama saat memasuki tempat kerja, cuci tangan pakai sabun atau disinfektan yang diiklankan, gunakan alat pelindung diri berupa masker dan sarung tangan untuk memastikan jarak badan 1 sampai 2 meter Gaya hidup bersih dan sehat serta aman di tempat kerja d. Pekerjaan kesehatan harus terus mendapat tanggapan, “kata Menaker Ida.

Menurutnya, mencegah penyebaran Covid-19 jauh lebih mudah dan murah dibandingkan pengobatan. — Belum lagi dampak ekonomi dan sosial yang ditanggung oleh satu orang yang terpapar Covid-1 9.

“Sekali lagi, kita semua perlu sadar bahwa kita harus memaksa diri kita sendiri dan lingkungan untuk mematuhi prosedur kesehatan. Setelah dipaksakan, lambat laun menjadi kebiasaan. Desinfektan dan desinfeksi. Dia berkata:” Kami masih Pekerja PT mendistribusikan bantuan. Bina Busana Internusa bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penyebaran Covid-19 di tempat kerja. — Dalam hal ini, Menteri Tenaga Kerja juga menyatakan bahwa dalam proses pemulihan pasca dampak pandemi Covid-19, pemerintah mengajak para pelaku usaha untuk berbuat lebih sedikit. Mereka melanjutkan aktivitas agar denyut perekonomian berangsur-angsur kembali normal.- — Bagaimanapun, peraturan kesehatan tidak boleh diabaikan saat menjalankan aktivitas, jelasnya. “Namun, saat beroperasi, di tempat kerja, keselamatan pekerja juga harus terjamin. Menurutnya, perusahaan yang diinspeksi tiba-tiba mengalami perubahan dalam perjanjian sanitasi, seperti pembagian kerja. (Shift) karyawan, jadi tidak ada penumpukan di awal, saat istirahat, atau setelah bekerja.

“Perusahaan sudah Gerakan semacam ini mapan. Saya juga ingin memastikan bahwa melalui pekerjaan normal, pekerja “menghormati hak-haknya”, pungkas Ida (*)

Tinggalkan Balasan