2020-08-22 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah memimpin peluncuran Diaspora Peduli (Diaspora Peduli) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Graha di Jakarta, Senin (18/5/2020). -Menaker Ida Fauziyah menyatakan bahwa “Proyek Diaspora” merupakan upaya untuk bekerja sama, mendekatkan diri dan berbagi mata pencaharian antara diaspora dan masyarakat Indonesia, khususnya para korban PHK dan mereka yang telah dideportasi. -19 .

“Asuhan diaspora merupakan kegiatan penggalangan dana diaspora yang bertujuan membantu saudara-saudari di negara yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya PHK dan pekerja yang didemobilisasi,” kata Ida Fauziyah. -Menteri Aida menjelaskan bahwa dalam proyek “Peduli Diaspora” ini, para diaspora Indonesia dari seluruh dunia menyampaikan keprihatinannya untuk mengurangi beban pandemi di tanah air. — “Saya bangga dan terharu karena orang-orang di diaspora juga terkena pandemi Covid-19, tapi mereka sudah menyatakan kepedulian dan cintanya pada negeri ini,” kata Menaker Ida.

Ida Fauziyah menambahkan, diaspora tersebut akan membantu para pekerja yang di-PHK dan dipulangkan ke negaranya. Melalui paket $ 50 bulanan “satu-ke-satu keluarga” (setara dengan Rp 780.000).

Mekanisme bantuan dilaksanakan secara online, dan calon donor akan memilih calon donor dengan memeriksa informasi pribadi mereka di www.diasporapeduli. .id .

“Saya berharap 6 juta diaspora yang tersebar di seluruh dunia segera berpartisipasi dalam program kemanusiaan lintas batas dan lintas negara ini.”

Dino Patti, pendiri diaspora Djalal menegaskan, diaspora ini peduli pada bagian khusus bangsa Indonesia, yakni 6 juta diaspora. Mereka memiliki kekayaan ilmu, modal, jaringan idealis, dan patriotisme untuk menjalin kontak.Membangun kontak dengan tenaga kerja Indonesia itu mubazir atau mubazir. .

Tinggalkan Balasan