2020-08-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasihnya saat menyaksikan bulan purnama. Dalam akun Instagramnya @smindrawati, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dua hal tersebut.

Pertama, karena Sang Pencipta memberinya kesehatan dalam proses mencoba untuk bangun. Kedua, implementasi rencana jaminan sosial, yang telah mencapai hasil yang luar biasa. Dalam pidatonya pada 4 Agustus lalu, ia mengatakan anggaran untuk perlindungan sosial sebesar 85,34 miliar rupiah. Tertinggal akibat program Bantuan Keluarga Harapan (PKH), 80 juta orang mendapat kartu sembako dan 40 juta mendapat uang bantuan sosial. Hingga saat ini (8 Agustus 2020), artikel ini masih dibanjiri komentar yang hampir semuanya positif dan memuji pemerintah. Presiden Joko Widodo mengimbau para menteri untuk meningkatkan hasil anggaran guna menopang beban belanja masyarakat terdampak pandemi COVID-19 dan menggairahkan perekonomian. Presiden juga menyampaikan, penyerapan terbesar ada di bidang perlindungan sosial yakni sebesar 38%. Kementerian Sosial dan mitranya mendorong dan memperkuat upaya pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19, terutama melalui program bantuan sosial (bansos). Sama seperti Menteri Keuangan. Harapannya adalah harapan kita bersama. Seperti yang dikatakan Menteri Keuangan, pemerintah sedang bekerja keras untuk mengatasi dampak pandemi. Memang dalam proses realisasi anggaran program bansos Kementerian Sosial, anggaran terus mengalami peningkatan. Saya terus mendorong Kementerian Sosial untuk menjaga dan meningkatkan hasil anggaran agar masyarakat bisa merasakan dampaknya. Menteri Sosial Juliana (Juliari) mengatakan pada Jumat (8 Juli 2020).

Di bawah kepemimpinan Menteri Sosial Juliana, pelaksanaan anggaran Kementerian Sosial terus meningkat yang menunjukkan pencapaian .

Misalnya dengan anggaran sebesar Rp 124,76 triliun, pencapaian anggaran Kementerian Sosial pada 6 Agustus 2020 sebesar 59,41% merupakan pencapaian tertinggi, rata-rata kinerja anggaran tertinggi mencapai batas maksimal 46,41%.

Baca: Kementerian Pos dan Sosial RI Tetapkan BST Periode II- — Kemudian di tanggal yang sama, di antara 34 departemen pemerintahan (K / L), nilai realisasi anggaran 59,41%, peringkat kedua Memang Kementerian Sosial, 34 kementerian di antaranya rata-rata realisasi anggarannya 46,62%. Pencapaian ini sejalan dengan pedoman beberapa rapat Presiden Joko Widodo. Bersama menteri, kementerian dan departemen mengalami peningkatan pesat Tingkatkan belanja anggaran untuk menggairahkan perekonomian. -Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Kementerian Sosial terus menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena pandemi COVID-19.Untuk kasus khusus terkait COVID-19 Bansos yaitu Bansos Pangan Pokok (BSS) dan Bansos Tunai (BST) sudah memasuki tahap kedua .

Baca: Dengan menambah produk susu agar Kemensos tidak lambat mengembangkan bantuan, produk program bantuan pangan nontunai — BSS sudah disalurkan ke 1,9 juta KPMG di Jakarta dan Bodetabek. Sedangkan untuk BST selain penerima PKH dan kartu sembako sudah mencapai 9 juta KPM. Perluasan BSS dan BST dari Juli 2020 hingga Desember 2020 Nilainya Rp 300.000 / KPM. (*)

Tinggalkan Balasan