2020-08-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Kemaritiman Kementerian Perhubungan telah merampungkan pelaksanaan tahap pertama implementasi electronic driving test bed di empat (empat) stasiun VTS (VTS) di perairan Indonesia. Pengujian dilakukan di empat (empat) stasiun VTS (VTS Batam, VTS Tanjung Priok, VTS Benoa dan VTS Tarakan) pada bulan Juni 2020 dan Juli 2020. Departemen yang mampu merevitalisasi perekonomian dengan tetap memperhatikan kesepakatan kesehatan pandemi Covid-19 .

Baca: Kementerian Perhubungan Raih Predikat WTP Laporan Keuangan BPK 2019

Menurut Kepala Bidang Navigasi Hengki Angkasawan, selesaikan E -Pilotase tes tahap pertama (test bench), transportasi laut umum berikutnya yang harus dilakukan oleh departemen manajemen adalah mengevaluasi dan mengevaluasi seluruh rangkaian kegiatan percobaan. , Rabu (29/7/2020) Secara langsung melalui Biro Navigasi, Administrasi Umum Angkutan Laut dan pemangku kepentingan terkait telah mengambil langkah-langkah yang sangat penting dalam pelaksanaan perlindungan informasi elektronik, ”kata Hengki. -Dia melanjutkan. Lakukan penilaian bersama. Guna mengevaluasi dan menentukan langkah-langkah selanjutnya, seperti merumuskan regulasi-baca: Kementerian Perhubungan sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk memprediksi puncak kendaraan saat Idul Adha — tingkat yang harus dicapai di masa mendatang, sumber daya manusia dan kerangka hukum untuk pelaksanaan regulasi. “–Selain itu, Hengki menyatakan, selain meningkatkan keselamatan maritim dan jasa perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia, penerapan E-Pilotage juga merupakan rencana yang cepat dan sukses di cabang angkutan laut untuk mengoptimalkan penggunaan pelayaran. Stasiun Kapal District Transportation Service (VTS).

Baca: Libur Pan Jiang Idul Fitri (Fang Jang Eid), Libur Ada (al-Adha), Ini yang Dilakukan Kementerian Perhubungan

– “Sekalipun Kedepannya, konsultasi elektronik akan berdampak pada penjaminan pelayanan yang efisien dan tepat waktu di bidang keselamatan maritim dan pengurangan biaya logistik nasional. Terkait evaluasi tes E-Pilotage, Hengki mengatakan evaluasi menggunakan metode observasi langsung dan metode angket yang dialokasikan kepada pemangku kepentingan terkait, antara lain: ABK, Pandu, operator VTS dan pengamat angket untuk mendapatkan tes mengemudi elektronik utama Pembentukan peserta dan data utama.

“Dari evaluasi secara keseluruhan, penyelenggaraan bangku tes mengemudi elektronik ini dilakukan dalam 4 (empat) periode waktu, yaitu VTS Batam. VTS Tanjung Priok mengatakan:“ Apakah di Penggunaan fasilitas masih berpedoman pada pembinaan dan metode komunikasi antar instansi terkait. VTS Benoit dan VTS Tarakan dapat berjalan dengan lancar dan lancar. ”Diakui Hengki masih banyak hal yang perlu ditingkatkan ke depannya, diantaranya Ini melibatkan koordinasi antar lembaga, kemampuan sumber daya manusia, dan apakah peraturan atau kerangka kerja yang komprehensif diperlukan sebagai kerangka kerja. Penerapan mengemudi elektronik adalah legal. Atas suksesnya uji coba E-Pilotage tahap pertama ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak terkait terutama di bidang pelayaran, kepala kantor pelabuhan dan departemen yang berkompeten, kepala operasional pelabuhan dan pejabat Bandan (BUP), ”kata Hengki .- — Bacaan: Kementerian Perhubungan menyelenggarakan peningkatan kapasitas operator telekomunikasi dan tenaga teknis

Selain itu, kapasitas SDM operator VTS harus ditingkatkan sesuai standar IALA, d “fungsi sistem VTS, dan menurut manajer umum Pe Keputusan Rhubung Laut No. 287 / DJPL / 2020 menambahkan fungsi atau alat yang dapat membantu VTS membuat keputusan dan memelihara sistem secara teratur.

Tujuannya untuk memastikan keandalan dan sosialisasi peralatan VTS yang melibatkan KSOP, area navigasi, Pandu dan BUP. (*)

Tinggalkan Balasan