2020-08-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Pengamat politik dan profesor ketahanan pangan Indonesia. Tjipta Lesmana mengatakan bahwa ia optimis tentang kerja keras petani dan pemerintah dan bahwa mereka akan terus bekerja sama dalam produksi makanan untuk memenuhi pasokan makanan pokok selama keadaan darurat pandemi dan periode dari Ramadhan ke Ramadhan. permintaan.

Profesor Jipta mengatakan bahwa kebutuhan makanan orang miskin mungkin baik. Apakah pemerintah pusat dan daerah bekerja sama untuk meningkatkan distribusi makanan, terutama bagi masyarakat miskin.

“Saya yakin kebutuhan dasar penduduk saat ini sudah lebih dari cukup. Beras, daging, telur dan makanan lainnya sudah lama disiapkan oleh Kementerian Pertanian. Tapi apa? Saya setuju untuk memperbaikinya,” kata Profesor Jiputa , Sabtu (2 Mei 2020).

Dia percaya bahwa masalah perut tidak boleh diabaikan karena mereka akan mempengaruhi kekacauan sosial sebagian besar. Dia mengatakan bahwa mempertahankan hidup adalah naluri terkuat setiap orang. Oleh karena itu, perlu dilakukan survei yang mendetail di ujung desa. Persoalan ini harus dipikirkan secara menyeluruh agar pemerintah pusat dan daerah dapat menangkap rangkuman tiap daerah untuk segera didistribusikan.

“Jika pandemi terus berlanjut, terutama pada Juli dan September tahun depan, pasokan pangan akan menjadi tantangan terberat yang dihadapi pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah harus bersiap menghadapi pandemi korona terparah. : “Saya mendukung kerja kerasnya, terutama dalam penyediaan dan pendistribusian sembako. Mengenai topik ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Pertanian sedang meningkatkan pembentukan jalur distribusi melalui kerja sama antara berbagai kementerian dan lembaga lainnya (seperti Biro Logistik (Bulog) dan Kementerian Perdagangan). – “Ini adalah perintah dari Presiden, yang mengharuskan semua departemen pemerintah bekerja sama untuk mengatasi defisit. Artinya tidak ada blokade, tidak ada isolasi, tidak ada blokade, dan tidak ada hambatan distribusi pangan. “Katanya. Sebelas komoditas itu antara lain beras, daging, minyak, telur, bawang merah, paprika, dan gula. Ia menyimpulkan:” Belum semuanya, karena pemerintah sudah menghitung neraca persediaan gabah saat ini. ” Insya Allah jika orang tidak panik, dan tidak ada pedagang yang mempermainkan situasi ini, maka kebutuhan kita benar-benar aman. “

Tinggalkan Balasan