2020-08-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangkaian kegiatan pada 1 Mei lalu, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengikuti pelatihan memasak / katering profesional dengan menyiapkan berbagai makanan pembuka. Hasil pelatihan akan diberikan kepada masyarakat dan pekerja yang di-PHK, dan ditempatkan di sekitar BLK Lembang Jawa Barat. Peserta diberhentikan karena pelatihan Covid-19 dan dipulangkan, ”kata Menaker Ida saat membuka pelatihan tanggap Covid-19 di BLK Lembang, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2020). -Penaker Ida terus mengoptimalkan dengan BLK dioperasikan oleh pusat dan pemerintah daerah untuk menjalankan kegiatan terkait penanganan Covid-19. Salah satunya penguatan pelatihan diet yang dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang selama 10 hari.Peserta dipecat dan dipulangkan Atau dikirim ke seluruh masyarakat yang terkena Covid-19. Perlu dan terkena Covid-19. Oleh karena itu, seluruh sumber daya BLK Lembang sudah dimobilisasi untuk mengelola Covid-19.

“Oleh karena itu, pelatihan catering sudah ekstensif Setelah pelatihan profesional, peserta akan mendapatkan insentif yang bermanfaat untuk mengantisipasi dampak Covid-19, ”kata Menaker. Ida didampingi oleh General Manager Binalattas Bambang Satrio Lelono; SesDitjen Binalattas Surya Lukita Warman; Kepala BLK Lembang Tuti Haryanti dan Kepala BBPPK dan PKK Lembang Eko Daryatno. Membantu mencegah dan mengatasi dampak COVID-19; memberdayakan masyarakat yang terkena dampak penyebaran COVID-19; dan memberikan insentif seperti hibah pelatihan Tingkatkan ketahanan ekonomi. -Menaker Ida menambahkan, di Indonesia, Binalattas dan Binapenta memiliki total 216 program yang kembali fokus pada pengelolaan Covid-19. Tidak hanya model program pelatihan, tetapi juga program produksi padat karya, padat karya. -Jenis infrastruktur, wiraswasta (TKM), dan teknologi tepat guna.

Menteri Sumber Daya Manusia Ida menegaskan, dalam keadaan normal, personel yang mengikuti pelatihan tidak akan mendapatkan imbalan apa pun. Namun, saat ini anggaran Kementerian Ketenagakerjaan sedang direvisi Menyesuaikan fokus, mengalokasikan dan menggelapkan biaya perjalanan dinas untuk mendorong mahasiswa diklat. Tunjangan pelatihan.

Jumlah BLK dan BPP peserta pelatihan tanggap Covid-19 sebanyak 19 BLK UPTP; 2 BPP UPTP; 129 UPTD BLK dan 4 BLK BLK Komunitas.

“Pelatihan memperhatikan regulasi kesehatan, PSBB dan kebijakan / peraturan pemerintah lainnya, sehingga metode pelatihan yang digunakan adalah online; mixed training; distance learning dan offline training,” kata Aida.

Untuk pelatihan respon Covid-19, output masker adalah 2.097.500 64.800 masker, 136.250 liter hand sanitizer dan 56.000 PPE / pakaian Hazmet, beras 318.000 boks, 1.584 bak cuci Covid-19, 50 Covid-19 vid-19 kasus dan 82.940 liter disinfektan.

Hasil pelatihan dimanfaatkan oleh masyarakat / digunakan di masyarakat untuk memerangi penyebaran COVID-19, termasuk petugas dari RS dan Puskesmas. Dari TNI dan POLRI, posko pengolahan COVID 19, BNPB, asosiasi tenaga medis / kesehatan, relawan penanganan COVID-19, pengendara sepeda motor, PKL, pegawai / pegawai instansi pemerintah / swasta, dan berbagai kementerian / lembaga, instansi pemerintah daerah. Personel keamanan sektor swasta.

Tinggalkan Balasan