2020-08-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Di era normal, Kementerian Sosial mendorong penguatan usaha mikro yang juga akan mendorong pembangunan ekonomi.

Dalam rangka Program Kewirausahaan Sosial (Prokus), 10.000 keluarga mendapat alokasi bantuan modal usaha stimulus (BSIMU) senilai 5 Miliar rupiah, keluarga ini mendapatkan manfaat dari lulusan Program Harapan Keluarga yang mendirikan perusahaan ( KPM PKH) juga pelopor. Memberikan 500.000 rupiah / dinar Kuwait dukungan untuk kewirausahaan sosial pandemi Covid-19 untuk membantu mendukung usaha mikro yang baru didirikan untuk memungkinkan mereka bertahan di bawah tekanan ekonomi. Nantinya, KPM PKH Graduasi terpilih akan mendapatkan insentif modal sebesar Rp 3.500.000 / KPM untuk memberikan bantuan dan bantuan sosial guna mengembangkan usahanya lebih lanjut. -RI Menteri Sosial Juliari P. Jakarta, total Rp 500.000 per orang. Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial (07/24). Selain itu, Mensos menjelaskan bahwa Program Kewirausahaan Sosial merupakan program utama dari Program Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial.

Edi Suharto, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, menambahkan bahwa Rencana Kewirausahaan merupakan rencana sosial yang didasarkan pada rencana komprehensif dan berkelanjutan yang telah ditetapkan sehingga dapat direalisasikan melalui rencana Kel Keluarga Harapan. pembangunan berkelanjutan. Mensos menegaskan, Kementerian Sosial harus mampu memberdayakan masyarakat penerima bansos. Agar tidak hanya mengandalkan bantuan terus menerus. Mereka harus mampu mandiri secara finansial dan tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Selain itu, Menteri Sosial Juliari menegaskan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial harus punya tujuan. Karena setiap rencana pasti punya tujuan agar tingkat keberhasilannya bisa diukur.

TKSK mendukung implementasi rencana wirausaha sosial. Bagi pendamping harus dilatih agar memiliki ketrampilan untuk membawa KPM PKH ke jenjang yang lebih sejahtera.

Selain penyaluran BSIMU, Kemensos juga melakukan pelatihan teknis. Bimtek mengumpulkan 50 peserta, termasuk koordinator PKH, koordinator TKSK dan perwakilan KPM PKH Graduasi dari DKI Jakarta, dan perusahaan-perusahaan ini langsung mendirikan start-up. Serta Wisuda 170 KPM dan Pendamping PKH di daerah. Selain mengikuti konsultasi teknis secara langsung, ada juga beberapa peserta virtual. General Manager Dayasos mengatakan: “Orang yang memberikan nasehat teknis berasal dari praktisi wirausaha sosial.” “Positioning teknologi semacam ini memang merupakan bentuk penguatan usaha mikro dengan memberikan edukasi kepada usaha mikro agar mereka bisa mengembangkan usahanya sendiri”. Pemberdayaan Sosial Individu, Keluarga, dan Lembaga Masyarakat (PSPKKM) menerapkan tiga model perencanaan wirausaha, yaitu model inkubator bagi penerima manfaat dengan potensi usaha, model pembinaan penerima manfaat dengan pengembangan usaha, dan inkubasi penerima manfaat dengan pengembangan usaha. model. -Menurut kegiatan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Direktur Jenderal Salah urus, Kepala Badikrit Penzos, Sekretaris Jenderal Kegiatan Pemberdayaan Sosial, Dinas Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Ketua, Kepahlawanan, Perintis, Direktur Bidang Kesatuan dan Rehabilitasi Sosial, bertanggung jawab atas Humas Kementerian Bir dan Sosial, Kelompok Politik Urusan Kementerian Sosial, Kelompok Teknis Kementerian PFM dan Kelompok Teknis Kementerian Sosial. (*)

Tinggalkan Balasan