2020-08-21 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali menjadi narasumber pada webinar olahraga bertema PON dan prestasi olahraga di era pandemi Covid-19. Konferensi tersebut sebenarnya digelar di Situation Room, Lantai 9, Graha, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (Juni 2020). 5).

Webinar yang digagas Universitas Negeri Surabaya (UNESCO), dihadiri lebih dari 5.000 orang.

“Wabah Covid-19 berdampak cukup besar terhadap kegiatan olahraga. Dampak yang paling nyata terlihat pada sektor pariwisata. Di bidang pariwisata, berbagai kegiatan yang ditujukan untuk wisata olahraga belum diselenggarakan. Selain itu, berdampak pada sosial ekonomi Berpengaruh, kita tahu bahwa ada kegiatan olahraga yang stagnan, seperti liga sepak bola, liga rugby internasional, liga profesional dan acara lainnya, dan secara ekonomi tergantung di mana mereka tinggal (kegiatan olahraga), tidak hanya para pemain dan Menpola yang mengumumkan pidatonya Start .

Lalu, ia mengatakan lagi bahwa hal itu berdampak pada masyarakat dan kesehatan. Dalam pandemi ini sebaiknya kita tinggal di rumah (beraktivitas di rumah) yang tentunya akan sangat berpengaruh pada performa atlet .– –Dampak hal ini terhadap olahraga itu sendiri sudah terlihat jelas.Penampilan atlet dan event olahraga tidak dapat dilakukan secara normal, dan olahraga komunitas telah dihentikan sama sekali. Akan dikeluarkan perjanjian olahraga normal yang baru.Untuk merumuskan kesepakatan olahraga akan bekerjasama dengan Departemen Koordinasi PMK dan Kementerian Kesehatan. Dan kelompok kerja Covid-19 yang akan berkoordinasi menjelaskan bahwa konsep kesepakatan latihan normatif baru yaitu training camp mencakup pelatihan mandiri, pelatihan virtual atau pelatihan terisolasi, dan secara tegas membatasi perjanjian latihan normatif baru. — -Menpora pernah mengatakan hal lain tentang kebijakan pelaksanaan PON XX di Papua. -Menurutnya, sesuai keputusan rapat presiden, pelaksanaan PON XX di Papua akan dilakukan pada Oktober 2021. 23 April 2020, Dengan keberhasilan misi otorisasi ekonomi dan administrasi.

“Dengan mengadopsi program pengobatan dan pencegahan Covid-19 maka sosialisasi dan promosi tempat lomba dan pelaksanaan XX PON Papua akan terus berlanjut. Pemerintah pun berkesimpulan tetap mengalokasikan dukungan anggaran untuk APBN untuk pelaksanaan PON XX di Papua. Area tersebut dapat diimplementasikan secara virtual atau secara independen berdasarkan perjanjian manajemen pesanan standar yang baru. “

Tinggalkan Balasan