2020-08-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-KLHK, melalui Dewan Pemulihan Polusi dan Tanggap Darurat B3 (Dewan PKTDLB3), melaksanakan kegiatan bimbingan teknis pemulihan lahan yang terkena bencana dan limbah berbahaya pada 10 hingga 12 Agustus 2020. Tujuan para pelaku komersial dan badan pengelola lingkungan tersebut adalah untuk mensosialisasikan prosedur restorasi lahan yang tercemar dan tanggap darurat limbah B3.

Rosa Vivien Ratnawati selaku general manager pengelolaan limbah dan limbah B3 pada awal panduan teknologi virtual ini menyarankan agar pelaku dan / atau kegiatan perusahaan selalu melakukan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan regulasi / regulasi, tidak hanya di hulu (penyimpanan, reduksi, Transportasi, pengumpulan), tetapi juga perlu memperhatikan aspek hilir berupa pemulihan dan penanganan darurat limbah B3.

“Salah satu tugas yang sulit adalah melaksanakan reklamasi. Tidak diketahui adanya pencemaran pada tanah siapa pun atau di antara pihak yang bertanggung jawab. Untuk itu, dalam melaksanakan pemulihan lahan yang tercemar limbah B3 non kelembagaan , Harus ada sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. ”Ia menjelaskan, Senin (10/8/2020-Rosa Vivien), data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan dari Dalam kurun waktu lima tahun dari 2015 hingga 2019, luas lahan tercemar limbah B3 meningkat secara signifikan.Pada tahun 2015, total tonase lahan tercemar limbah B3 adalah 211.359,2 m2, dan total tonase yang harus didaur ulang adalah 501.470,4 Ton.

Pada 2019, luas lahan yang tercemar limbah B3 mencapai 840.024,85 m2. Limbah B3 katanya, lahan yang tercemar limbah B3 yang akan didaur ulang sebanyak 890.316,44 ton. – katanya, di Dinas Hindustan Kegiatan yang menyebabkan pencemaran tanah berasal dari kegiatan pertambangan, energi, migas, manufaktur, agribisnis dan jasa.Meski tanah tercemar, kegiatan non kelembagaan sebagian besar merupakan kegiatan masyarakat kecil, diantaranya penambangan emas skala kecil (PESK), Peleburan logam skala kecil, daur ulang limbah elektronik, dll.

“katanya:` `Lahan yang tercemar limbah B3 di Indonesia menunjukkan masih adanya masalah di hulu pengelolaan limbah B3. ”

Tinggalkan Balasan