2020-08-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Anggaran Kementerian Sosial RI kembali mematok angka penyelesaian tertinggi. Di antara lima kementerian / lembaga dengan anggaran terbesar, Kementerian Sosial memiliki tingkat penyelesaian 54,84%.

Pada anggaran tahun ajaran 2020 Kemensos Rp 124.765. Berdasarkan USD 1 Miliar per 27 Juli 2020 telah mencapai Rp68.416. Triliun dollar AS atau 54,84%. Angka ini lebih dari 10% melayang dibanding K / L lainnya di peringkat kedua. -Persentase ini sangat mengesankan karena anggaran Kementerian Sosial baru bertambah Rp 20 triliun dari posisi sebelumnya Rp 104,76 triliun. Namun, dalam waktu dekat, dengan anggaran yang besar, masih mungkin untuk mempertahankan atau bahkan mendorong kecepatan pencapaian tujuan-Menteri Sosial Juliari P. Batubara memberikan perhatian khusus pada realisasi anggaran tersebut. Dalam berbagai kesempatan, Menteri Sosial Juliari terus mendorong jajarannya untuk mempercepat pekerjaannya, termasuk merealisasikan anggaran seluruh unit kerja, khususnya belanja bansos pada saat pandemi Covid-19. Pedomannya adalah meningkatkan pengeluaran untuk K / L. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, tujuan ini juga bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi.

“Akibat wabah Covid-19, banyak saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan. Keberadaan bantuan sosial sangat dibutuhkan untuk meringankan beban keuangan mereka. Menteri Sosial Juliari mengumumkan (27/07) KPMG (KPM) yang sudah mendapat bantuan tunai perlu segera membelanjakannya untuk percepatan pembangunan ekonomi. -Mensos juga turun langsung ke lapangan untuk mengecek penyaluran bansos. Sekjen Hartono Lalas mengatakan dalam seminggu, Kemensos bisa melakukan perjalanan 3 atau 4 kali ke tempat yang berbeda untuk mengecek kemana bantuan sosial disalurkan .- “Bahkan pada malam takbir menjelang lebaran, Mensos tetap berada di lokasi agar masyarakat bisa bermain saat hari raya. Selamat bersenang-senang. Dalam hal menerima bansos, ”tambah Hartono Lauras.

Pencapaian anggaran yang besar, kata Hartono, tak lepas dari berbagai kemajuan yang dicapai di bawah bimbingan Kementerian Sosial. Wakil Menteri Juliari P. Batubara, kerjasama yang baik dari seluruh pengurus Satker, pengurus struktur dan fungsional, dukungan kepada seluruh pegawai dan sinergi dengan mitra.

Dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), urusan kemasyarakatan Menteri menginstruksikan kepada perusahaan pelayaran Indonesia untuk menambah jam pelayanan dari pagi hingga malam dan mengerahkan seluruh sumber daya. PT. Jabatan ini juga telah meningkatkan penjualan dan titik distribusi di masyarakat, seperti kantor desa, kantor jalan, sekolah, posisi RW, dll. , Layanan KPM semakin dekat, “ujarnya. Masih berhubungan dengan BST, sembari menyalurkan bantuan. Yakni memandu dan memutakhirkan perubahan data antar saluran untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi target.

Selanjutnya, saat penyaluran sembako Presiden, banyak terobosan dilakukan, yakni jumlah pemasok ditingkatkan dari sebelumnya 5 menjadi lebih dari 20. Sembako disederhanakan menjadi 10 produk sederhananya dengan nilai yang sama, dsb. Minggu lalu, Badan Pengawas Keuangan (BPK) menyampaikan laporan keuangan Kementerian Sosial tahun anggaran 2019 dan mengeluarkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Oleh karena itu, Kementerian Sosial menerima opini CAP untuk keempat kalinya berturut-turut. – Pengakuan atas kinerja Kementerian Sosial juga datang dari hasil investigasi berbagai lembaga yang kredibel, Badan Investigasi Charta Politika menyebut Menteri Julianri adalah yang terbaik di Chokowi selama periode Covid-19. Salah satu dari 7 menteri tersebut. Menurut Charta, rencana penanggulangan kemiskinan Kemensos berjalan sesuai rencana dan berdampak positif bagi masyarakat. Charta menilai Kementerian Sosial berjalan dengan baik. (*)

Tinggalkan Balasan