2020-08-20 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian kini akan memaksimalkan anggaran yang ada dalam upaya memprediksi kekeringan dan kerawanan pangan di tahun 2020.

Saat pandemi Covid 19 menyebar ke seluruh negeri, FAO diperkirakan akan mengancam krisis pangan global. – “Memang anggarannya disesuaikan kembali dan belanja dihemat. Jika terjadi pandemi, Negara Bagian New York saat ini membutuhkan anggaran yang besar untuk tindakan tanggap. Di satu sisi, Departemen Pertanian harus terus menyiapkan pangan,” kata Kuntoro Boga Andri. Kepala Biro Humas dan Penerangan Kementerian Pertanian di Jakarta (30/4/2020). Menurut Kuntoro, “ agar kebutuhan pokok petani terpenuhi, pasokan pangan tetap bisa terjamin ”. -Menurutnya, berkat tersedianya benih yang berkualitas, Kementerian Pertanian mampu menjaga produksi, serta pupuk dan axintan tetap terjaga dengan baik. Insentif yang diberikan kepada petani selama pandemi diharapkan dapat menjaga semangat pertanian. . Annan. Cantoro berkata: “Asuransi Pertanian dan PKK adalah bagian dari upaya ini.”

Perluasan pertanian dan perluasan pertanian akan berlanjut dan memaksimalkan hasil dari lahan yang ada. Kemudian, intervensi teknologi pertanian dan peran penyuluh akan diperkuat. Quintoro mengatakan: “Pemanfaatan lahan basah untuk pertanian juga sangat penting. Kami optimistis kebijakan Presiden yang melibatkan lahan milik BUMN juga akan mendukung produksi.” – Menurut Kuntoro, pemerintah saat ini menggunakan sumber dayanya secara maksimal. Kerja sama. Kementerian Pertanian dan BUMN bersama-sama memprediksi kekeringan dan krisis pangan.

“Dengan lahan yang tersedia saat ini memang cukup. Produksi pangan kita masih bagus. Tapi kita ingin lebih. Kita perlu antisipasi dan tindakan dukungan, dia menyimpulkan:” Gunakan lahan pertanian baru. “

Tinggalkan Balasan