2020-08-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Ancaman krisis pangan yang disebut FAO tak bisa dianggap remeh. Prakiraan melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan meningkatnya kemiskinan pasti akan berdampak pada perkembangan pangan masyarakat.

Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian, berulang kali menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan pangan. Komitmen tersebut terlihat melalui berbagai tahapan strategis peningkatan pasokan pangan di masa normal baru, antara lain dengan percepatan musim tanam kedua, pengembangan rawa, perluasan tanaman baru, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan pangan, dan peningkatan kapasitas produksi pangan. Untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sistem logistik pangan, dan pengembangan pertanian modern.

Menteri Pertanian SYL sering menekankan bahwa pertanian merupakan sektor yang menjanjikan karena setiap orang membutuhkan pangan. Pertanian merupakan sektor kunci dengan kontribusi sekitar 55,5% dari PDB pada kuartal pertama tahun 2020. Dari sisi penyediaan pangan, Menteri Pertanian SYL menjamin bahwa pasokan pangan hingga akhir tahun 2020 akan bermanfaat dan aman.

“Berdasarkan perhitungan BPS, diharapkan stok akhir beras pada Desember 2020 mencapai 6,27 juta ton. Permintaan masih akan terpenuhi hingga Februari 2021”, Menteri Pertanian SYL mengumumkan, Kamis (25/6). 7.000 ton, telur 1,044 juta ton, dan gula 1,21 juta ton.Kondisi pasokan nasional harus “ memberikan harga yang seragam dan terjangkau bagi seluruh penduduk daerah. Oleh karena itu, strategi Kementerian Pertanian adalah mengurangi biaya pengangkutan makanan dari daerah surplus ke daerah yang sangat miskin. Selama pandemi, biarkan hasil panen petani menyerap pangsa pasar agar petani bisa terus tumbuh dengan antusias. Hingga Juni 2020, total sarana pengangkutan telah mencapai 140 ton bawang merah, 19,9 ton paprika besar, 62,2 ton paprika, dan 26,5 ton telur. Intervensi pasokan melalui fasilitasi transportasi akan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan di seluruh wilayah. Tujuannya untuk memutus rantai pasokan, sehingga produsen dapat memperoleh harga yang cukup besar, dan konsumen dapat memperoleh pangan yang terjangkau.

Agung Hendriadi, Kepala BKP, mengatakan strategi lain yang ditempuh Kementerian Pertanian untuk memprediksi krisis pangan adalah diversifikasi pangan lokal.

Tinggalkan Balasan