2020-08-20 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Untuk memperingati kelahiran Pancasila, Menpora Zainudin Amali bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Remaja pada Zoom, Senin (6/1/2020), dan Kepulauan Pemuda Maritim (MMN) menyelenggarakan konferensi video pertemuan siang hari untuk publik. pertemuan.

Di bawah persiapan tak henti-hentinya untuk era normal baru ini, kegiatan aktif di era digital dipandu oleh pendiri dan presiden kaisar terakhir MMN, dengan tema “Pancasila dan Pemuda Laut di Era Digital”. — Menteri Pemuda dan Olahraga menekankan dalam pengantar bahwa semua anak di negara ini, terutama anak muda, tidak boleh dipisahkan dari Pancasila.

“Salam Pancasila, Selamat Pancasila, apapun yang kita lakukan, kita tidak boleh lepas dari kesepakatan akhir dengan bangsa dan ideologi nasional, Pancasila,” Menpola ditujukan kepada seluruh peserta. Total ada 447 peserta.

Menteri Pemuda dan Olahraga lebih lanjut menyatakan apresiasinya untuk konsep MMN, dan pada saat yang sama menyampaikan pesan berharga bahwa era digital atau milenium harus beradaptasi dengan cepat jika tidak ditinggalkan dan dipinggirkan.

MMN dapat memberikan empat kontribusi ketika meningkatkan kemampuan digitalnya, yaitu, mengawasi pelaksanaan peraturan kelautan, mendidik, melatih dan melek huruf kepada masyarakat, memelihara budaya maritim terkait dengan kearifan lokal, sumber daya otoritas kelautan dan meningkatkan sumber daya manusia.

“Dengan berpegang teguh pada Pancasila, MMN dapat melakukan pengawasan seperti melaporkan kepada pihak berwajib bila terjadi pelanggaran maritim, dan sangat penting untuk mengedukasi masyarakat, misalnya jangan membuang sampah ke laut, karena akan mencemari lautan di lingkungan ini. Selanjutnya, kreativitas digital dapat digunakan untuk mencapai tujuan ini, ”kata Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Semoga MMN tidak tinggal diam seperti webinar ini. Harus ada tindak lanjutnya, yang bisa dia tambahkan:“ Ini sejalan dengan prioritas rencana kepemudaan yang akan segera dilaksanakan.

Pada akhir webinar ini, Faisal Abdullah, anggota dewan pemberdayaan pemuda, mengeluarkan keputusan terakhirnya, yang harus secara komprehensif mempertimbangkan masalah-masalah kelautan kaum muda yang membutuhkan perhatian serius. — Menurut data, proporsi dari 67 juta pemuda Indonesia yang bertarung di sektor maritim masih kurang dari 1%. “Tiga perempat wilayah kita adalah sektor maritim, dan sektor tenaga kerja yang terlibat harus memiliki banyak. Tanpa upaya kami, keadilan sosial tidak akan ada.

Berpartisipasi dalam pertemuan publik pemuda Zoom webinar kali ini Staf pemuda Venno Tetelepta, TAM Syamsul Qamar dan asisten pengembangan kapasitas remaja I Gusti Putu Rake menghadiri pertemuan tersebut.

Tinggalkan Balasan