2020-08-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) tidak pernah menyerah untuk terus meningkatkan produksi beras untuk memastikan pasokan beras negara sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan negara tersebut, sambil bekerja untuk melindungi sektor pangan dari pandemi rabies 19 .

Di Barat Jawa, Kalimantan Tengah dan Cilacap melakukan beberapa putaran kegiatan percepatan tanam, kali ini pada Jumat (19/6/2020), Menteri Pertanian (Mantan) Syahrul Yasin Limpo mempercepat penanaman padi. Desa Tempuran di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung, Provinsi Lampung Tengah.

Sejak awal bulan ini, laju penanaman padi mengalami percepatan. Kementerian Pertanian langsung mendatangi lapangan untuk memastikan semua area mempercepat penanaman.

Pada TM II, target penanaman adalah 5,6 juta hektar, sehingga dari Juli hingga Desember akan ada 125.000 hingga 15 juta ton beras. Stok beras pada akhir Juni diperkirakan stabil di 6,84 juta ton.

Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Pertanian, mengatakan saat ini virus corona melanda dunia, mengubah cara hidup kita dan semuanya menjadi tidak normal. .

“Tapi dibalik korona, kita masih harus makan. Aku takut dengan korona, tapi saat menemukan ada yang kelaparan, aku malah makin takut,” lanjutnya. – “Hari ini saya sangat bersemangat karena Gubernur SYL mengatakan bahwa saya semakin agresif mendorong pembangunan pertanian di seluruh wilayah Provinsi Lampung karena berpotensi besar untuk mendorong produksi nasional.” Ucap SYL-Kementerian Pertanian Ikrar peningkatan lahan padi dan perkebunan (GPOT), pemberian bantuan benih, mesin pertanian, kredit usaha rakyat (KUR), asuransi pertanian, dan bantuan skala besar.

Pada tahun 2020, sasaran pemerintah adalah areal tanam padi nasional Luasnya 11 hektare atau 66 juta hektare dan berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras dengan target luas tanam padi musim kemarau hingga September 2020 adalah 5,6 juta hektare.

Tinggalkan Balasan