2020-08-20 |  Kilas Kementerian

Jazilul Fawaid, Wakil Presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR, tiba di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 28 Juli 2020. Salah satunya digunakan untuk mengunjungi Taman Refleksi Bung Karno. Taman yang bersebelahan dengan Pelabuhan Ende ini dulunya adalah ketika Sukarno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda, Soekarno adalah fondasi negara. Saat ini Taman Refleksi Bung Karno merupakan salah satu situs bersejarah dimana Pancasila ditemukan di bawah buah sukun. Saat berkunjung ke taman tersebut, Jazilul Fawaid mengatakan bahwa negara yang hebat adalah negara yang menghargai pahlawan. “Sedih banget melihat taman ini,” ucapnya.

Katanya, karena merasa terabaikan di taman tersebut, sekalipun ia lahir di Pulau Bawean, Kabupaten Jinshi, pria Jawa Timur, Suga Mutiara yang ditemukan mulia. -Di bawah pohon sukun, Soekarno menuangkan pikirannya dan memeras otak untuk menemukan cara menemukan nilai-nilai yang mempersatukan Indonesia, yang terdiri dari ribuan pulau dan berbagai ras, bahasa, agama dan adat istiadat. -Dia menjelaskan: “Ini membuktikan bahwa penemuan Bung Karno dapat menahan negeri ini.” Ia mengatakan bahwa di satu sisi negara berharap dapat memperkuat dan memajukan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, namun dimana letak Pancasila berada, keadaan ini masih perlu banyak perbaikan. Dia berkata. Dikatakan bahwa terdapat fasilitas pendukung lain di Taman Reflektif Boncano, seperti perpustakaan, laboratorium Pancasila, dan bila diperlukan sebagai tempat pendidikan nasional, untuk jangka waktu dua sampai empat bulan. Memastikan fasilitas tersebut harus ada agar sebanding dengan yang ditemukan oleh Sukarno di Ende.

En selaku Wapres MPR mengajak seluruh pengusaha, swasta, seluruh masyarakat dan pemerintah pusat untuk bersama-sama membangun dan memperbaiki Taman Refleksi Taman Pancasra menjadi taman yang asri.

“Jika seseorang” adalah seorang ahli desain, maka bawalah beberapa ide untuk tata kota, “katanya. Ia menambahkan:” Untuk pengusaha, harus ada bantuan keuangan. Koordinator nasional Nusantara Mengaji mengatakan akan peduli dengan keberadaan taman tersebut. Ia mengatakan: “Saya akan latihan untuk meningkatkan keberadaan taman di Boncano. Dia menambahkan: “Saya akan terus berjuang untuk taman sampai taman membaik. “Dia menekankan.

Tinggalkan Balasan