2020-08-19 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sosial meninjau kembali proses penyaluran uang sembako dan bansos yang dilakukan Citeureup dan Gunung Putri di Bogor. Ini penting karena langkah terakhir adalah langkah pertama. Dari sebelumnya sebulan dua kali menjadi sebulan sekali penyaluran bansos.

“Pemerintah memutuskan memperpanjang bansos hingga Desember. Berbeda dengan sebelumnya dua kali dalam sebulan, penyalurannya sebulan sekali,” kata Juliari. Ini tindakan untuk mengurangi bansos, warga harus menolak dan melapor ke polisi. Said-Penyaluran bansos di Kabupaten Bogor berjalan lancar berkat kerjasama, koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah (Pemda). Julia Li mengatakan: “Kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah tidak akan berhasil. Selama ini program bansos di Bogor berjalan dengan baik dan lancar.” – Sejak awal, Kementerian Sosial membuka pintu kepada pemerintah provinsi. , Pemerintah daerah dan kota berkoordinasi dan berkomunikasi untuk mewujudkan kelancaran distribusi bansos.

“Sejak awal kami buka dengan pemerintah daerah, menghubungi kepala daerah, dan menanyakan kendala-kendala yang mungkin mengganggu distribusi,” kata Juliari.

Meskipun ini tidak mudah, misalnya di Bogor, wilayah terbesar dan terpadat di Indonesia, dan koordinasi yang baik dapat membawa kemajuan yang baik dalam penyaluran bantuan pangan sosial dasar dan BST. Asep Mulyana, Kepala Jalan Citeureup, mengatakan sebanyak 2.644 paket bantuan pangan dan 231 BST telah didistribusikan di wilayahnya. – “Alhamdulillah telah mendistribusikan 2.644 parsel ke seluruh MBako di wilayah kami dan memberikan BST bantuan sosial sebesar 231 euro. Kami berterima kasih kepada Mensos,” kata Asep. (*)

Tinggalkan Balasan