2020-08-19 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut menegaskan akan memperkuat sistem informasi dan teknologi Administrasi Umum Angkutan Laut untuk menghindari terulangnya pemalsuan sertifikat pelaut. .

Sejak 2019, keamanan sistem komputer dan layanan online semakin diperkuat. Administrasi Umum Transportasi Internasional telah bekerja sama dengan National Bureau of Networks and Encryption (BSSN) untuk membangun sistem penataan yang lengkap. –R Agus H Purnomo, Direktur Pelayaran di Jakarta, Jumat (26/6/2020) membenarkan hal tersebut. – “Sistem dan teknologi informasi telah diperkuat. Pada tahun 2019, Administrasi Umum Angkutan Laut bekerja sama dengan BSSN untuk melindungi dan memperkuat keamanan jaringan secara efektif dan efisien, serta melindungi data penting di semua layanan dan aplikasi online milik Administrasi Umum Transportasi Laut.” Agus .

Dulu, tim gabungan Polda Metro Jaya dan kelompok kerja Kementerian Pertanian dan Perhubungan berhasil menemukan serikat pekerja yang memalsukan sertifikat keahlian pelaut dengan cara membobol “registrasi online sertifikat keahlian pelaut”. Ini akan kami tingkatkan dan perkuat ini, “kata Dirut Argus. Di saat yang sama, Dirut Argus menyampaikan apresiasinya kepada tim gabungan Polda Metro Jaya dan Satgas Kementerian Perhubungan serta berterima kasih atas keberhasilan penemuan alat pemalsuan. Kasus sertifikat pelaut ini meresahkan masyarakat. Dirjen Argus mengatakan: “Kami tidak akan melindungi siapapun, termasuk siapapun yang berpartisipasi. Semoga keadaan ini tidak terulang lagi agar masyarakat tidak khawatir lagi. Soal sertifikat pemalsuan pelaut, Administrasi Umum Kemaritiman Kementerian Perhubungan akan menyerahkannya kepada polisi untuk diselidiki lebih lanjut. Direktur Navigasi dan Kemaritiman Kapten Sudiono menjelaskan pihaknya sudah mendapat laporan. Publik meragukannya. Dugaan pemalsuan sertifikat pelaut adalah milik sistem pelayanan online Administrasi Umum Keselamatan Maritim.

Hasilnya sudah dipublikasikan, dan rekomendasi serta saran yang dibuat oleh BSSN untuk meningkatkan layanan online diusulkan oleh Badan Penyelenggara Keselamatan Maritim.

“Salah satu sarannya adalah penguatan sistem informasi maritim. . Itu juga harus dilindungi secara teratur. Kami meminta dukungan masyarakat agar rencana perbaikan kedepannya bisa kami implementasikan dengan lebih baik. Kapten Sudiono menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan