2020-08-19 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali berpartisipasi sebagai pembicara tamu di acara webinar olahraga, topiknya adalah PON dan prestasi olahraga di era pandemi 19. Acara ini sebenarnya diadakan di Situation Room di lantai 9 Graha Pemuda di Senayan, Jakarta Pusat. Jumat (6 Mei 2020).

Webinar yang diprakarsai oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESCO) ini menghadirkan lebih dari 5.000 peserta.

“Wabah Covid-19 berdampak cukup besar terhadap kegiatan olahraga. Dampak yang paling nyata terjadi pada industri pariwisata. Dalam industri pariwisata, segala jenis acara olahraga tidak layak dilaksanakan. Selain itu juga berdampak pada lapangan. Ini mempengaruhi ekonomi sosial. Kita tahu bahwa banyak kegiatan olahraga seperti liga sepak bola, IBL, Pro Liga dan kompetisi lainnya terhenti, dan tidak hanya pemain dan pelatih yang bergantung pada kehidupan (kegiatan olahraga) mereka secara ekonomi, tetapi juga “Pada saat yang sama, jual Pengusaha semua kegiatan olahraga juga mengumumkan pidato Mampola. -Lalu, ia menuturkan lagi bahwa karena adanya wabah ini yang berdampak pada masyarakat dan kesehatan maka sebaiknya kita tinggal di rumah. -Tentu saja dampaknya bagi para atlet itu sendiri adalah penampilan atlet dan event olahraganya tidak dapat dilakukan secara normal, dan masyarakat Kegiatan olahraga sudah sepenuhnya dihentikan, dan pemerintah akan mengeluarkan peraturan. Perjanjian olahraga yang baru diatur. “Pemerintah akan segera mengeluarkan kesepakatan bagi para atlet agar dapat terus berlatih dan terus mengikuti cabang olahraga nasional. Penyusunan perjanjian olahraga tersebut akan dikoordinasikan dengan kerja dari Departemen Koordinasi PMK, Kementerian Kesehatan dan Covid-19. Ia mengatakan:“ Olahraga Standar Orde Baru Konsep perjanjian, yaitu kamp pelatihan, mencakup pelatihan mandiri, pelatihan virtual atau pelatihan terisolasi, dan secara ketat mengacu pada perjanjian latihan normatif baru untuk pembatasan yang ketat. Menteri Pemuda dan Olahraga menyampaikan hal lain mengenai implementasi kebijakan PON XX Papua-sesuai keputusan presidennya, pelaksanaan Papua PON XX akan berlangsung pada Oktober 2021. Batas pertemuan pada 23 April 2020, Keberhasilan, implementasi, pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan adalah misi.

“Tempat tanding, sosialisasi dan promosi melambangkan bahwa melalui implementasi kesepakatan pengobatan dan pencegahan Covid-19, penggunaan PON XX Papua akan terus dipastikan. Pemerintah juga terus mengalokasikan dukungan anggaran untuk PON XX yang diadakan di Papua. Dia menyimpulkan: “Pelatihan olahraga dapat dikonsentrasikan secara independen di daerah melalui perjanjian virtual atau perjanjian berdasarkan perjanjian.” (*)

Tinggalkan Balasan