2020-08-19 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Sebelum implementasi penuh Pemisahan Saluran atau Sistem Pemisahan Lalu Lintas (TSS) di Selat dan Selat Lombok pada 1 Juli 2020, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terus meningkatkan sumber daya manusia untuk menyiapkan dan menambah Sarana dan prasarana.

Kelasi I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Penjaga Laut dan Pesisir (PLP), juga terus melakukan persiapan.

Salah satunya adalah meningkatkan intensitas patroli pengawasan dan keamanan di perairan Selat Data. Untuk pengawasan dan pengamanan, kami masih melakukan sosialisasi di perairan Selat. “Ini kami lakukan agar pelaksanaan TSS di Selat Data bisa berjalan lancar tanpa ada kendala,” Kepala PLP Kelas Satu Tanjung Pruek Kapten Pujo Kurnia (06 Juni) / 11/2020) berkata. Kapten Puyo mengatakan, saat ini terdapat empat patroli yang ditempatkan di pangkalan TSS di Selat Sunta, melakukan patroli rutin secara bergilir.

“Nanti kami akan segera memindahkan kapal patroli KN. Trisula-P.111 milik Pangkalan PLP Tanjung Prik ke kawasan Selat Suntar untuk meningkatkan kekuatan kapal patroli KPLP di Selat Suntar. TSS ,”Dia berkata.

Dia mengatakan bahwa bagian-bagian dari kapal patroli nasional yang sudah siaga sedang dalam pengawasan dan pengamanan. Sejak Maret, Selat TSS da Ta menjadi KN. KN Alugara-P.114. Celurit-P.203, KN. Cundrik-P.204 dan KN. Dagger-P.205 .

KN adalah informasi yang berkaitan dengan unsur-unsur kapal nasional yang terlibat dalam patroli. Trisula-P.111 ada di KN. Kolonel Eko Surya Hadi memiliki 24 staf. Alugara-P.114 bersama Kapten Ni Putu Cahyani Negara memiliki 22 ABK KN. Celurit-P.203 dengan komandan kapal Luhut Simanullang dan 19 awak, KN. Cundrik-P.204, kapten Novianto Budiawan, awak 18 tahun, dan memiliki KN. Dagger-P.205, kapten memerintahkan kapal. Satria Aji Yudha memiliki 21 awak.

“Kami juga sedang mempersiapkan Pangkalan Penyelamatan Sumber Daya Manusia PLP Kelas 1 Tanjung Priok yang terlibat dalam pengawasan dan keselamatan TSS Sun TSS berkekuatan 12 orang dan SDM kapal nasional.” Sebanyak 104 orang, termasuk 4 (empat) ) Perorangan yang SK Kemenkumhamnya sebagai penyidik ​​tindak pidana laut, “kata Kolonel Pujo.

” Selain itu juga disiapkan alat pencegah pencemaran (marine polusi equipment), landai minyak, separator, pembangkit listrik dan tangki bahan bakar juga disiapkan, ” Lanjutnya.-Bersamaan dengan itu, Kapten. Pujo menjelaskan model patroli yang dilakukan di TSS Selat Sunda, yaitu dengan mengontrol sistem identifikasi otomatis (AIS) dan sosialisasi Selat Sunda.

“Pangkalan PLP Tanjung Priok Tindakan independen dari organisasi juga telah dilakukan. AIS diharapkan dapat diterapkan di Selat Sunda e pada Maret 2020, sehingga seluruh kapal dapat memenuhi ketentuan yang berlaku di perairan khususnya TSS Selat Sunda pada saat pelaksanaan TSS Selat Sunda pada 1 Juli. Diumumkan. -Akhirnya, dia tak lupa sudah menyiapkan APD (Alat Pelindung Diri) untuk tim boarding.

“Untuk mencegah merebaknya kerja penegakan Covid-19, sebelum patroli bersama, pada 23 Juni 2020 Dalam patroli yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 ini, akan dilakukan quick test terhadap seluruh awak patroli. (*)

Tinggalkan Balasan