2020-08-19 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Imigrasi (Kemendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (KPK) memaparkan Dana Desa BLT Kemajuan penyaluran-Abdul Halim atau Menteri Gus yang biasa disapa Menteri mengungkapkan, sejak awal pandemi Covid-19 hingga 8 Juli 2020, sekitar 74.865 desa menerima dana desa. Ini menyumbang 99% dari total 74.953 desa yang ada di Indonesia.

“Kenapa tidak 100%, karena masih ada beberapa desa yang memiliki kewenangan administrasi, namun belum terselesaikan. Kementerian Dalam Negeri masih mengaitkannya dengan beberapa persoalan dari tahun lalu. Blokade selama ini belum dicabut, ”kata Menteri Gus pada acara Transparansi BLT dan Reformasi Birokrasi Dana Desa di Jakarta, Kamis (2020/9/09). –Pada saat yang sama, 74.753 desa telah mengalokasikan jutaan Penerima Manfaat (KPM) untuk BLT Proyek Hiburan Pedesaan, sementara 72.599 desa telah didistribusikan, terhitung 97% dari total 74.865. Desa yang ada.

Mengenai warga desa penerima BLT Dana Desa, terdapat 7.742.176 KK yang informasinya adalah 2.400.075 janda atau biasa disebut Pekka, kemudian ada 283.644 warga dengan penyakit kronis dan penyakit kronis. Selama ini total dana desa yang digunakan untuk BLT Dana Desa adalah 4.645.305.600.000 rupiah, di antaranya 6.813.115 keluarga adalah petani dan buruh tani, 315.028 nelayan dan pekerja, 315.028, 156.954 buruh pabrik, 62.734 guru dan 394.345 pengusaha. Dengan dukungan. Dia mengatakan: “Semua ini sudah dimasukkan nama demi alamat. Semuanya akan dikirim ke Kementerian Sosial yang bertanggung jawab langsung terhadap jaring pengaman sosial,” ujarnya. Sebagai referensi, Pimpinan KPK Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, dan Lili Pintauli Siregar turut serta dalam forum tersebut. -Menteri Gus didampingi langsung oleh Wakil Perdana Menteri Budi Arie Setiadi, Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi dan jajaran lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan