2020-08-19 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, penyelamatan keberlanjutan koperasi dan UKM (KUMKM) dalam pandemi COVID-19 harus menjadi prioritas utama.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, mengatakan di Jakarta, Selasa (24/3/2020), peserta KUMKM berperan penting dalam krisis atau wabah untuk menjaga industri fisik tetap berjalan di Tanah Air. Tetten mengatakan: “Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM dan sektor informal dalam menanggapi dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.” – Presiden sebelumnya telah meminta pemerintah di semua tingkatan untuk menyesuaikan anggaran dan Fokus kembali pada kebijakan untuk memberikan insentif ekonomi bagi usaha kecil dan menengah dan pelaku informal untuk melanjutkan produksi dan bisnis daripada memberhentikan karyawan. Di sisi lain, pemerintah juga memastikan akan memberikan relaksasi kredit bagi UMKM, terutama kredit dengan nilai kredit kurang dari Rp 10 miliar, guna meminimalisir dampak wabah CO. VID-19 .

Kredit ditujukan untuk kredit bank dan sektor keuangan non-bank. Langkah-langkah pelonggaran dalam rencana tersebut dapat berupa pembayaran yang ditangguhkan hingga satu tahun dan mengurangi bunga. ‘aktivitas. Untuk ojek online, pembayaran kredit tertunda juga penting. Ia mengumumkan: Apalagi dalam situasi terasingnya sosial ini, layanan ojek online tidak lagi dibutuhkan untuk mendistribusikan produk UMKM. “Dalam bentuk pembayaran bunga. Atau ada ruang untuk uang muka setahun. Harap tetap hidup.” Dalam bentuk jaring pengaman sosial, mereka harus dilindungi secara ekonomi selama wabah. (*)

Tinggalkan Balasan