2020-08-19 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mencontohkan, selama pandemi Covid 19, pemerintah berupaya memperbaiki arus distribusi pangan. Dari area yang tersisa hingga area dengan hasil terendah. .

“Yang terpenting, pekerjaan distribusi kita berjalan dengan baik. Kita sudah buat peta untuk mengidentifikasi daerah itu. Perintah presiden agar semua kementerian bekerja sama untuk menutupi defisit. Artinya ‘tidak ada blokade, Syahrul di Kementerian Pertanian Jakarta Markas besar mengatakan (30/4/2020), “Tidak ada isolasi, tidak ada blokade, tidak ada pembangunan. Hambatan distribusi makanan. “

Kementerian Pertanian, Departemen Distribusi antara Departemen Logistik (Bulog) dan Kementerian Perdagangan berupaya untuk memastikan bahwa kebutuhan 11 bahan pangan utama di dalam negeri, termasuk beras, daging dan ayam, dapat dipenuhi dalam kondisi aman dan terkendali. , Minyak goreng, telur, baoang putih, bawang merah, aneka cabai dan gula. — “Tidak ada yang ketinggalan, karena pemerintah sudah menghitung neraca stok gabah yang tersedia. Memang ada beberapa negara yang PSBB dan lockdown, tapi kami jamin stoknya aman, ”ujarnya. Selain itu, kata populis, masyarakat juga harus tetap tenang dan tidak panik berbelanja yang bisa berujung pada gangguan makan .– –Begitu pula, para pedagang tidak memanfaatkan situasi ini menjadi kisruh dan kabur. Syahrul membenarkan ucapan Presiden tentang keberadaan beberapa provinsi yang kekurangan persediaan. -Syahrul mengatakan, Kementerian Pertanian mencontohkan hingga April, beberapa provinsi sudah muncul. Salah satu defisit produksi terjadi di Kalimantan Tengah yang outputnya kurang dari 10%.

Defisit fiskal dua provinsi lainnya mencapai 25%. Masing-masing provinsi Bali dan Kalimantan Barat .— -Daerah yang tersisa, yaitu Sumatera bagian utara dan Riau defisit di bawah 25%. Ia menyimpulkan bahwa meskipun dua di antaranya, Kalimantan Utara dan Maluku, perlu lebih diperhatikan. (*)

Tinggalkan Balasan