2020-08-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-PT. Indonesia Post (Persero) optimistis penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap III dapat selesai tepat waktu. Direktur PT. Pos mengakui, Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengambil langkah luar biasa untuk mempercepat penyaluran BST.

“Kami optimistis tahap ketiga penyaluran BST akan selesai pada pertengahan Juli. Kami akan terus melaksanakannya. Direktur Jaringan dan Jasa Keuangan PT Pos Indonesia mengatakan:” Kalau ada masalah dengan pemerintah daerah, Mensos Juliari P. Batubara dan stafnya segera turun tangan untuk membuka jalan bagi kami. Jakarta Ihwan Sutardiyanta (06/07). Karena tantangan tahap ketiga, berbeda dengan tahap pertama dan kedua, PT Pos optimis dapat mencapai tujuannya. Menurut Ikhwan Sutardiyanta, pada tahap sebelumnya Pendistribusian BST masih harus sesuai dengan ketentuan PSBB yang membatasi likuiditas, saling kenal. “Tahap ketiga tidak ada PSBB. Sekarang kerja sama dengan pemerintah daerah semakin dekat, jadi saya rasa lebih mudah untuk saling memahami. Selain itu, Ihwan Sutardiyanta juga menyampaikan optimisme terhadap PT Pos juga dikarenakan pada periode sebelumnya, Menteri Sosial Juliari dan Kementerian Sosial melakukan tindakan tidak konvensional di semua tingkatan untuk mempercepat penyaluran BST. .

“Misalnya, Mensos langsung menangani daerah-daerah yang masih jarang tersebar. Menteri Sosial langsung menyapa aparat pemerintah daerah atau langsung berkoordinasi sendiri saat berkunjung ke daerah-daerah tersebut. Ini merupakan dukungan yang kuat bagi kami.” Katanya-

Atas dorongan dan peran penting Kementerian Sosial, khususnya Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan menteri Kementerian Sosial lainnya, katanya PT Ihwan. Pos diperkirakan mencapai target pelepasannya pada pertengahan Juli.

Dalam jumpa pers, PT Pos Indonesia (Persero) sama-sama memaparkan banyak terobosan yang bisa mempercepat penerbitan BST. Selain itu, Mensos menginstruksikan PT Pos untuk menambah meteran pelayanan.

“Katanya, ini bisa memberikan pelayanan yang lebih bagi KPM.” PT Pos pun mendekatkan pelayanan ke KPM dengan membuka. Kantor desa, kantor kecamatan, sekolah dan organisasi lainnya, organisasi ini menghubungkan layanan KPM dengan erat dan mengikuti prosedur kebersihan untuk menghindari antrian dan kepadatan. Entah kenapa, kantor pos dan masyarakat bisa dimanfaatkan. Ia mengatakan: “KPM untuk penyandang cacat, lanjut usia, pasien, dan lokasi KPM yang jauh dari lokasi pembayaran.

” PT Pos masih memperpanjang jam pelayanan dari pagi hingga malam (hingga sore). Saat liburan kami masih buka. Katanya: “Kami akan berikan pelayanan.

Perkuat koordinasi dengan jalan, TKSK, lembaga sosial kemasyarakatan (Karang Taruna, Hansip, dll), Pemda dan aparat keamanan (Polri dan TNI) Kerja sama. Dia bilang: “Khususnya dengan TNI, kita kerja sama tambah banyak operator. Selain Ihwan Sutardiyanta, Sis Apik Wijayanto, Direktur Hubungan Kelembagaan, turut hadir dalam jumpa pers tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan