2020-08-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan sekali lagi menyelenggarakan tempat uji coba elektronik (e-Pilotage) melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim.

Pelaksanaan tes e-Pilotage pada test bench yang diadakan di perairan Benoa, berada di Zona Navigasi Tanjung Priok Kategori I (VTS Tanjung Priok), Zona Navigasi Tanjung Pinang Kategori I (Batam VTS Center) dan Tower Implementasi terbaru atau keempat dari rangkaian implementasi sebelumnya dilakukan oleh Zona Navigasi Lacan III (Batan VTS Center). VTS Tarakan). -Dalam rangka meningkatkan keselamatan maritim dan layanan perlindungan lingkungan di perairan Indonesia, Biro Navigasi telah merumuskan rencana menang cepat untuk mengimplementasikan bangku tes pengemudian elektronik atau uji coba percontohan untuk mengoptimalkan penggunaan layanan lalu lintas kapal (VTS) di area navigasi . — Direktur Jenderal Transportasi Laut mengatakan dalam pidatonya oleh Arif Toha, Direktur Jenderal Direk Maritime Transport, bahwa test bed e-Pilotage terbaru untuk implementasi keempat seri ini dimaksudkan untuk mendapatkan umpan balik dan saran. Melaksanakan asesmen untuk mempersiapkan sarana dan prasarana berdasarkan berbagai karakteristik jalur lalu lintas dan transportasi, dan merencanakan penerapan regulasi mengemudi secara elektronik, serta memanfaatkan peran stasiun VTS untuk memastikan pemantauan kapal.

“Kita tahu bahwa Pelabuhan Benoa dirancang sebagai pusat pelayaran atau tujuan wisata utama, dan dianggap sebagai salah satu industri yang dapat menciptakan ekonomi. Oleh karena itu, kami menunjukkan pandemi ini. Arif berkata:” Tujuan utama kami adalah layanan kapal, terutama kapal pesiar ke pelabuhan Benoa, dan kami dapat terus meningkatkan. Tentu saja, keberadaan piloc elektronik dapat meningkatkan rasa aman perusahaan pelayaran yang pergi ke Benoa, “ketika ia muncul di bangku tes perangkap elektronik di pelabuhan Benoa di Bali pada Jumat (17/7/2020).

Selain itu, Arif juga mengungkapkan bahwa beberapa operator kapal pesiar sudah mendapat masukan dari Benoa tentang peta navigasi elektronik yang perlu terus diupdate.

“Sekarang harus kita persiapkan, rangkumannya juga sudah siap Oke, ada bangku tes e-Pilotage. Semoga ini akan membuka kepercayaan operator pelayaran, terutama operator pelayaran, dan membuat mereka merasa lebih aman ketika mengunjungi Benoa, dan apa yang kami kerjakan bersama adalah untuk mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Mahakuasa sehingga kami dapat merevitalisasi ekonomi saat ini karena hal ini Perekonomian negara memburuk dari hari ke hari. Pandemi Covid-19, ”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Hengki Angkasawan, Direktur Departemen Navigasi, dalam laporannya mengatakan sesuai arahan Dirjen Perhubungan dan Maritim pihaknya juga akan menyiapkan infrastruktur terkait, termasuk kemampuan pengoperasiannya. VTS ini memiliki sistem cadangan dan sumber daya manusia sehingga layanan navigasi terkait untuk meningkatkan keamanan navigasi di empat (empat) port ini dapat dieksekusi dengan benar.

Tinggalkan Balasan