2020-08-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk meningkatkan produksi beras, salah satunya dengan pemulihan jaringan irigasi tersier (RJIT). Salah satunya berada di wilayah Bali, dan kegiatan RJIT saat ini dilakukan di 5 wilayah.

Kelima kegiatan RJIT ini berlokasi di Subak Lanyahan Pakisan di Desa Pakisan di Kecamatan Kubutambah dan Desa Panji Anom (Buleleng) di Kecamatan Sukasada seluas 64 hektar, dan Subak Tegal Gintung dan Desa Tegal Cangkring di Kecamatan Mendoyo (Jembrana) seluas 80 hektar Subak Angantaka, Desa Angantaka Abian Semal (Badung) seluas 67 hektar, Subak Hyang Taluh, Desa Sidemen Kecamatan Sidemen (Karangasem) seluas 54 hektar, dan Subak Banjarame, desa Singapura kaler Kecamatan Sukawati (Gianyar) seluas 29 hektar.

Menteri Pertanian (Kementerian Pertanian) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, keberhasilan peningkatan produksi pangan bergantung pada stabilnya pasokan air irigasi, dan efeknya bagus.

“Dengan memperbaiki dan memperbaiki SYL, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa jaringan irigasi sudah berfungsi normal dan pelayanan irigasi harus dapat menambah luas tanam sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia mengatakan pengelolaan sumber daya air dari hulu (hulu) hingga hilir (Hilir) Diperlukan sarana irigasi dan infrastruktur yang memadai. Menteri Pertanian mengatakan. -Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Prasarana dan Perangkat Pertanian Kementerian Pertanian Salvo Eddie menjelaskan bahwa program RJIT akan dilaksanakan di 32 provinsi dan lebih banyak lagi. Pelaksanaan provinsi. 300 kabupaten di perkotaan.

“Kami telah merevisi alokasi RJIT 2020 dari 135.600 hektar menjadi 135.861 hektar. Menteri Pertanian SYL menjelaskan bahwa program RJIT dialokasikan ke daerah melalui dana misi yang dikelola bersama.

Rencana RJIT diberikan prioritas dimana SID telah diimplementasikan. tahun lalu. Prioritas diberikan pada daerah irigasi yang kondisi saluran primer dan sekundernya baik. Tujuannya untuk meningkatkan indeks penanaman. Nasi sama dengan 0,5.

“Kegiatan RJIT ini ditujukan untuk jaringan irigasi tersier yang hancur dan tersambung dengan jaringan primer (jaringan primer dan sekunder). Juga bagi yang perlu meningkatkan fungsi jaringan irigasi, memulihkan dan memperbaiki irigasi Fungsi dan pelayanan. Dan jaringan irigasi pedesaan, “kata Salvo Eddie. “Untuk standar lokasi, kegiatan RJIT dilaksanakan di jaringan irigasi tingkat ketiga yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Pemerintah kabupaten / kota, dan irigasi tingkat desa yang perlu dipulihkan atau ditingkatkan.- Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kriteria pemilihan lokasi, antara lain lokasi jaringan irigasi prioritas yang industri tersiernya rusak dan / atau perlu perbaikan, jaringan irigasi primer dan sekunder dalam keadaan baik dan memiliki sumber air yang tersedia- — “Selain itu, jika berada di jaringan irigasi pedesaan harus ada sumber air, dan lokasinya dilengkapi koordinat (LU / LS-BT / BB)”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan