2020-08-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Direktur Angkutan Laut Kementerian Perhubungan terus mendorong swasembada pangan, khususnya swasembada daging sapi nasional, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. , Departemen Perhubungan Kapten Visnu Handke, Administrasi Umum Angkutan Laut terus memberikan dukungan untuk tetap mengoperasikan kapal sapi enam kepala (ocean liner) yang telah beroperasi sejak tahun 2018, sehingga memenuhi swasembada pangan khususnya daging sapi. Capt Wisnu mengatakan di Jakarta, Rabu, 24 Juni: “Meski dapat memberikan kepastian kepada pengguna jasa dalam menyiapkan dan mengangkut ternak saat pandemi Covid-19.”, Wisnu Kapten melanjutkan, setiap kilometer. Camara Nusantara 1 dioperasikan oleh PT. KM, Perni. Camara Nusantara 2 dioperasikan oleh PT. Pelayaran Wirayuda Maritim dari KM. Camara Nusantara 3 dan KM. Cemara 4 dioperasikan oleh PT. Lintas Globalindo, bawah laut di Queensland. Camara Nusantara 5 dioperasikan oleh PT. Area garis. Kelima kapal tersebut beroperasi dari pelabuhan dasarnya di NTT Coupang. Kapal lainnya adalah KM. Camara Nusantara 6 dioperasikan oleh PT. Pelabuhan dasar ASDP terletak di K wangang Gorontalo.

“Berdasarkan data Juni 2020, keenam kapal ini telah mengangkut 13.163 ekor sapi, 24 kambing dan 24 kuda untuk memenuhi kebutuhan daging. Wilayah Indonesia, kata kapten kapal:“ Khusus Provinsi DKI Jakarta . Menurutnya, rencana pengoperasian kapal khusus pengangkutan ternak yang diberikan Kementerian Perhubungan merupakan salah satu implementasi dari Marine Charging Plan untuk mendukung rencana tersebut. Mewujudkan kawasan konsumsi hewan sentra produksi ternak sehingga dalam hal ini Pemerintah mensubsidi biaya operasional melalui anggaran Kementerian Perhubungan (dalam hal ini Administrasi Umum Angkutan Laut), yang lebih tinggi dari anggaran tahun 2018 (36,8). Kapten Visnu mengatakan: “Jumlah total transaksi ini adalah 1 miliar, dan pada 2019 Tahun itu 23,3 miliar. Sedangkan untuk 6 ruas jalan yang dilayani 6 ekor sapi, masing-masing ruas jalan merupakan ruas jalan RT-1 yang terkoneksi dengan pelabuhan Coupang. NTT memberikan pelayanan untuk Menara Coupang-Waringap-njung Priok-Cirebon-Kupang. Jalan pelabuhan; Jalan RT-2 dengan pelabuhan dasar Kupang NTT melayani jalan Kupang-Wini-Atapupu-Tanjung Priok / Banjarmasin / Samarinda-Kupang; Jalan RT-3 dengan basis pelabuhan Kupang, NTT melayani Kupang / Jalan Bima-Tanjungpuruk-Kupang / Bima .

Jalan tol RT-4 dengan basis pelabuhan Kupang, NTT melayani jalan Kupang-Wini-Atapupu-Samarinda / Balikpapan-Kupang; milik Jalan raya RT-5 pelabuhan pangkalan NTT Coupang mengarah ke jalan raya Kupang-Banjarmasin-Bima-Banjarmasin-Kupang; jalan raya RT-6 menghubungkan ke pelabuhan dasar Kwanang dan melayani jalan raya Kwandang-Tarakan-Balikpapan / Samarinda-Kwandang. Biasanya, jalan raya besar Sebagian besar kargo dikapalkan ke Jakarta, dan menjelang Idul Adha akan diwajibkan ke daerah lain, seperti Samarinda, Balikpapan, Riau dan Bangkulu.Tujuan tersebut tidak berada pada jalur reguler yang disediakan oleh pemerintah daerah. Kapten Wisnu Handoko meminta kenaikan Atau memodifikasi jalur pengoperasian kapal penangkaran. Ia menjelaskan bahwa pada prinsipnya selama sapi masih berada di wilayah negara Indonesia, mereka dapat digunakan untuk mengangkut sapi. Kapten Wisnu mengatakan: “Saat ini jalur kapal ternak saat ini adalah Mengingat rute yang direncanakan untuk tahun sebelumnya, rute dan pelayaran ditentukan sesuai dengan wilayah pengirim dan penerima yang diusulkan. Wisnu menambahkan, jika ada permintaan perubahan rute yang melebihi rentang yang telah ditentukan selama tahun berjalan, maka harus ada pengajuan resmi untuk daerah pengirim, dan penerima harus mendapat persetujuan terlebih dahulu.Ini terdiri dari arah umum transportasi pertanian, transportasi cq, arah transportasi laut, dan arah PHH hewan. Penanggung jawab yang relevan menyimpulkan: “Pencapaian akan didanai oleh pihak pengirim ternak.” Wisnu. (*)

Tinggalkan Balasan