2020-07-08 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Tenaga Kerja telah mengerahkan banyak pusat pelatihan kejuruan (BLK) sebagai pusat produksi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Alat pencegahan yang diproduksi meliputi masker wajah, pembersih tangan, sabun, pakaian alat pelindung diri (APD), sistem injeksi sabun cair dan pembuangan kotoran dari ruang disinfeksi. — Pada tahap pertama pekerjaan, saya menghasilkan 180.875 topeng, 8.500 liter pembersih tangan dan pakaian pelindung pribadi dan menghasilkan hingga 2.740 buah.

Semua alat untuk mencegah BLK dari penyebaran Covid-19 telah didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk agen-agen TNI dan POLRI, staf rumah sakit dan Puskesmas, stasiun pemrosesan Covid-19 dan BNPB, jalan umum dan pengendara Ojol, pasar dan Pengusaha jalanan;

Barang-barang ini juga telah didistribusikan kepada pejabat keamanan kementerian, lembaga pemerintah daerah dan sektor swasta, masyarakat dan lingkungan sekitar BLK / BPP, orang percaya di tempat ibadah, asosiasi medis, dan tempat layanan publik yang membutuhkan dan umum publik.

Menaker menjelaskan bahwa kebijakan produksi perangkat pencegahan ini diterapkan sebagai bagian dari rencana aksi Kementerian Tenaga Kerja. Rencana aksi adalah bentuk dukungan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tindakan tersebut melibatkan BLK pusat (UPTP), BLK pemerintah daerah (UPTD), masyarakat BLK dan Pusat Pengembangan Produktivitas (BPP).

“Kami akan terus secara aktif mengoptimalkan sumber daya pelatihan BLK pusat dan daerah, komunitas BLK dan BPP.” Mengenai pakaian profesional, mekanisasi pertanian, pengelasan dan peningkatan produktivitas untuk menghasilkan alat untuk mencegah penyebaran Covid-19, “Kementerian Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan dalam siaran pers dari Kantor Humas Kementerian Tenaga Kerja, Selasa (7/4). Secara rinci, pembuatan topeng melibatkan 15 BLK UPTP, 129 BLK UPTD, dan 4 BLK komunitas, yakni 21 BLK di BBPLK Semarang. Makan; BBPLK Medan (14 target BLK); BBPLK Bandung (12 target BLK); BBPLK Serang (13 target BLK)); BBPLK Bekasi (15 BLK); Banda Aceh BLK (target 10 BLK); Padang BLK (target 11 BLK) ; BLK Surakarta (8 BLK target); BLK Makassar (17 BLK assist); BLK Samarinda (2 BLK target); BLK Banyuwangi; BLK Sorong (4 BLK bantu); BLK Ambon (2 BLK target); BLK Kendari (3) Target BLK), dan Ternate BLK (1 BLK).

“Tahap pertama menghasilkan 180.875 topeng. Alat pencegahan Covid-19 diproduksi sesuai dengan standar kebersihan. Selama proses produksi, departemen kesehatan terkait dikonsultasikan, “kata Menaker Ida. Pada saat yang sama, delapan BLK dan BPP pusat ditunjuk untuk produksi pembersih tangan, yaitu Medan BBPLK dan Sambo BBPLK, Makkah BLK, Menaker Ida menjelaskan: “BLK Banda Aceh, BLK Kendari, BLK Lembang, BLK Padang, dan Kendari BPP.

“Delapan BLK dan BPP ini dapat memproduksi 8.500 liter pembersih tangan.” Selain itu, ada 6 BLK pusat dan 4 BLK regional yang bertanggung jawab untuk pendirian kios desinfeksi, yaitu BBPLK Bekasi, BLK Surakarta, BLKPP DIY, BLKPP Padang, BLK Padang, BLK Makassar, BLK Gorontalo, BLK Takalar, BLK Majene, BLK Samarinda, dan BBPLK Bandung.

Pakaian APD yang dihasilkan adalah 2740 kaos PPE yang diproduksi oleh 8 BLK pusat, yaitu BBPLK Semarang, BLK Banyuwangi, Wangka, Wangka Timah BLK, BLK Ambon, BLK Surakarta, BLK Kendari, dan BLK Samarinda.

“Produksi tangki air dengan sistem infus diproduksi oleh BLK pusat. Itu BLK Lembang. Menaker mengatakan bahwa BLK dapat menghasilkan 20 tangki air.

Menaker Ida berharap BLK memproduksi Covid-19 Alat difusi dapat memberikan manfaat terbaik bagi orang yang membutuhkan. Upaya kami untuk melawan Covid -19, “kata Aida. (*

Tinggalkan Balasan