2020-08-17 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Beberapa daerah di Indonesia dan Sumatera Selatan telah menerapkan tindakan pembatasan sosial skala besar (PSBB). Saat ini, di Sumatera Selatan, zona merah meliputi dua wilayah penyebaran pandemi Covid-19.

Dalam keadaan PSBB, asupan pangan dan gizi harus terus menerus, karena setiap orang membutuhkan pangan dan gizi yang cukup.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atau sering disapa SYL mengungkapkan: “Masalah pertanian adalah kebutuhan masyarakat sehari-hari. Tidak ada yang makan, jadi pertanian jangan berhenti”. Tradisi SYL, Ir, Kepala Badan Pengembangan dan Konsultasi Sumber Daya Manusia Pertanian. Dr. Ir. Bapak Dedi Nursyamsi dari Kementerian Pertanian mengatakan bahwa pertanian tidak boleh dihentikan dan produksi pertanian harus dilanjutkan.

Dalam pandemi Covid 19, SMK PP Negeri Sembawa sebagai salah satu lembaga pertanian profesional BPPSDMP tetap eksis untuk mendukung rencana pertanian, Kementerian Pertanian tidak bisa berhenti, dan bisa menghasilkan 600 telur puyuh setiap hari.

Burung kecil bernama latin coturnix coturnix japonica ini ditanam sejak awal tahun 2020, terutama untuk penjualan telur. Bahkan jika telurnya kecil, setiap telur memiliki berat 50 hingga 70 gram dan tidak sebesar telur.

Meskipun kandungan protein telur puyuh 13%, namun kandungan protein telur hanya 11%.

Hanya kandang dengan panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30 cm dapat menghasilkan 30-35 ekor burung puyuh. . -SMK PP Negeri Sembawa memiliki 600 ekor burung puyuh yang merupakan salah satu kegiatan pembelajaran pertanian yang dilakukan oleh siswa di daerah tersebut. Generasi muda pertanian dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

Selama periode Covid ini, kebutuhan protein dan nutrisi sangat penting untuk menjaga supremasi imunitas tubuh manusia, menjadikan telur puyuh sebagai produk komersial yang potensial dengan peluang yang sangat luas.

“Karena tingginya permintaan telur puyuh di daerah Sembawa dan sekitarnya, budidaya burung puyuh skala besar memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan menjadi usaha pertanian,” ujar Direktur. Logo PP Sembawa. (*)

Tinggalkan Balasan