2020-08-17 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Kementerian Desa, Daerah Miskin dan Imigrasi mengeluarkan Surat Edaran No. 8 tahun 2020 tentang Covid Tanggap 19 desa. Dalam surat edaran tersebut, semua desa diharuskan untuk membentuk relawan melawan Covid-19 desa-Menteri Desa, Pengembangan Wilayah Miskin dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar atau kepala desa yang dikenal sebagai Gus mengatakan bahwa relawan desa terkait dengan Covid-19 Salah satu tugas utama adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang gejala, metode penularan dan pencegahan Covid-19 sesuai dengan protokol dan standar WHO.

Namun demikian, ia ingat bahwa sosialisasi dan pendidikan harus menghindari munculnya asosiasi masyarakat. Pesan dapat disampaikan melalui brosur, poster, spanduk, brosur, papan iklan, siaran komunitas, tempat ibadah, desa-desa sekitar dan pembicara media sosial.

“Kuncinya adalah bukan untuk membuat sekelompok orang. Anda dapat menggunakan mobil dari satu RT ke yang lain, Anda dapat menggunakan selebaran, Anda dapat menggunakan speaker masjid, Anda bisa kreatif. Apa pun yang Anda suka, selama Anda tidak membiarkan penduduk setempat Berkumpul, “katanya di Jakarta, Kamis (2/4).

Relawan desa yang menentang COVID 19 juga bertanggung jawab untuk memastikan tidak ada keramaian. Relawan yang diketuai oleh kepala desa berhak untuk tidak menyetujui semua kegiatan yang melibatkan banyak orang. “Dia mengatakan:” Relawan desa Ravan Covid-19 dapat mengalihkan perhatian banyak orang dari berpartisipasi dalam kegiatan. Karena pertemuan banyak orang memiliki risiko tinggi untuk mempercepat penularan, “katanya.

Selain itu, lanjutnya, relawan juga harus memberi tahu penduduk desa untuk menghindari bepergian ke daerah lain, terutama mereka yang terpapar Covid 19. Alasannya adalah bahwa penduduk desa mengunjungi daerah-daerah yang terpapar Covid 19. Ada potensi besar untuk dihubungi. Ketika mereka kembali ke desa, mereka akan kembali untuk memaparkan virus kepada penduduk lain.

“Katanya:” Termasuk sosialisasi di Di dalam, siapa pun yang meninggal karena Covid 19 dapat dimakamkan di tempat aman di mana saja. Jangan khawatir. “- Menteri Gus mengatakan bahwa kebutuhan bisnis relawan pedesaan Lawan Covid-19 dapat berasal dari Dana Desa, APBD, dan sumbangan pihak ketiga lainnya. , Dan mengelolanya sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola keuangan yang baik, yaitu transparansi dan akuntabilitas.

— Pelatihan ini melaporkan relawan desa Lawan Covid-19 kepada Satgas Penjaga Desa (Sekjen) Kementerian Desa, Daerah Miskin dan Urusan Imigrasi melawan Covid-19 melalui email gugustugaskdlc19@kemendesa.go.id pekerjaan.

Tinggalkan Balasan