2020-08-17 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengungkapkan berbagai strategi transformasi kerja untuk menghadapi dampak Revolusi Industri 4.0 dan pandemi Covid-19.

Karena dampak dari proses otomasi industri dan pandemi Covid-19, strategi ini diperlukan untuk mengikuti dunia tenaga kerja yang berubah dengan cepat.

“Kementerian Ketenagakerjaan telah merumuskan strategi untuk terus berperan. Dalam proses menghubungkan dan memadankan pasar kerja melalui pelatihan vokasi,” Menaker Ida Fauziyah dalam pidato di Konferensi Kerja dan Konsultasi Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Rakerkornas) Mengatakan. (APINDO) 2020 sebenarnya di Jakarta, Rabu (12/8/2020) -Menaker Ida menyatakan, strategi tersebut bertujuan untuk menganalisis dinamika penawaran dan permintaan sektor tenaga kerja akibat pandemi Covid-19 guna mempersiapkan keterampilan baru. Lulus pelatihan kejuruan dengan kebijakan kualifikasi tiga tingkat.

Strategi lainnya adalah mengoptimalkan proses pembelajaran untuk meningkatkan pengalaman kerja dan meningkatkan pentingnya keterampilan umum dan produktivitas pekerja. — “Kementerian juga sedang mempersiapkan untuk mendesain ulang kursus dan metode, serta metode keterampilan digital manusia dan metode pelatihan hybrid,” katanya. Hal penting yang perlu terus disampaikan Menaker Ida, yakni mengoptimalkan proses kolaborasi antara industri, lembaga pelatihan, Kadin / APINDO dan asosiasi untuk mengidentifikasi kebutuhan akan keterampilan. Pimpinan APINDO Menda Ida juga meminta pengusaha untuk mentransformasikan tenaga kerjanya di bawah pengaruh Revolusi Industri 4.0 dan pandemi Covid-19, untuk melakukan tiga hal.

Pertama-tama, APINDO diundang untuk bekerja sebagai mitra strategis pemerintah dan mengatasi pengangguran.

Kedua, dorong pengusaha Indonesia untuk bekerja keras agar tidak terjadi PHK. Ketiga, mendorong pengusaha Indonesia menjadi panutan yang sesuai dengan standar ketenagakerjaan. -Penaker Ida meyakini bahwa kolaborasi dan sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan APINDO sangat penting untuk pengembangan ketenagakerjaan, terutama untuk penciptaan lapangan kerja dan penanggulangan pengangguran. -Harap kerja sama seperti ini dapat terus berfungsi dengan baik dan optimal serta menjalin hubungan simbiosis simbiosis yang akan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan pekerja Indonesia. -Menaker Ida mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan pengawasan. Guna memfasilitasi pelaku bisnis, melindungi pekerja dan mengatasi tantangan kerja yang semakin kompleks di masa mendatang.

Salah satunya adalah menyusun RUU tentang penciptaan lapangan kerja, dan RUU tersebut telah melalui tahapan diskusi tripartit dan partisipasi APINDO.

“Pemerintah juga terus bekerja keras untuk meningkatkan keselamatan,” katanya, “katanya,” katanya, “untuk melaksanakan pekerjaan Nanshe untuk pekerja dan mengusulkan proses sosial. Dialog untuk menyelesaikan perselisihan perburuhan.

Tinggalkan Balasan