2020-08-17 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Dewan Direksi Persatuan Perunggasan Indonesia (PINSAR). Hartono mengevaluasi keputusan pemerintah untuk menyelesaikan perselisihan tentang keberadaan unggas hidup oleh peternak independen.

Setidaknya, menurut Hartono, akibat dampak Covid-19, langkah ini menjadi angin segar saat harga ayam perlahan turun.

“ Kami mewakili perusahaan breeder broiler, Rooster dan Gan Ayam yang tenggelam. Kami mengapresiasi pendekatan kerja sama antara pemerintah (Kementerian Pertanian), integrator, dan pabrik yang membantu pembelian kelebihan ayam di level 4 juta peternak mandiri, ”kata Hartono di peternakan di Bogor, Sabtu. (05/02) /2020).

Baca: Profesor Tjipta yakin Kementerian Pertanian bisa mengelola produksi pangan dengan baik

Hartono menambahkan meski jumlahnya masih tinggi, upaya ini sangat bermanfaat bagi petani dan harganya murah, namun Untuk mengatasi masalah penurunan permintaan akibat wabah Covid-19 yang berlebihan, ia dan peternak lainnya berharap dapat menyerap ayam jenis ini di masa mendatang.

Kadma juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian Bogor, ia berharap ini Metode ini dapat dijadikan model, sebagai salah satu solusi dan langkah-langkah insentif untuk mengurangi kerugian peternak selama pandemi Covid-19 .

“Di bawah kepemimpinan pemerintah, model ini dapat digunakan oleh integrator atau produsen pakan lainnya. Perusahaan mencontek dan mengikuti untuk mempercepat solusi bagi kami, kata Kadma, peternak sapi di Desa Leuwi Batu, Leuwi Batu, Kabupaten Bogor. Parjuni, presiden PINSAR di Jawa Tengah, mengatakan bahwa mirip dengan peternak di daerah lain, ayam dari peternakan Kadma dibeli oleh perusahaan pakan nasional dengan harga pasar lebih dari 2.000 rupee per kilogram. Beli dengan harga lebih baik Rp15.000 per kg, sedangkan harga pasar adalah Rp11.000 per kg.

Baca: Komite IVD IV: Kementerian Pertanian harus membeli ayam dan sapi lokal untuk mencapai tujuan-Upaya ini telah berlangsung selama 9 hari sejak Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertanian mencapai kesepakatan. Perusahaan terintegrasi dapat menyerap setidaknya 455.318 peternak ayam mandiri (data per 1 Mei 2020). -I Ketut Diarmita, Direktur Biro Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, mengatakan pemerintah akan terus mendorong perusahaan inklusif ini memenuhi janjinya untuk menyerap 4.119.000 ekor ayam hidup milik peternak mandiri di antara enam induk induk yang terpusat di Jawa Barat dan Banten. , Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Sumatera Utara.

“Penghuni terbesar ada 253.566 orang di Jawa Barat, 120.915 orang di Jawa Tengah dan 54.660 orang di Jawa Timur. 19 mitra penangkaran,” terangnya. (*)

Tinggalkan Balasan