2020-08-17 |  Kilas Kementerian

Lampung TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten Lampung Selatan atas upayanya mewujudkan Peraturan Daerah tentang Tanah dan Pangan untuk Budidaya Berkelanjutan (Perda).

“Kami terus tegaskan perlindungan lahan pertanian agar tidak menjadi keuntungan orang lain,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). -Menteri Pertanian SYL mengimbau semua pihak untuk serius melindungi lahan pertanian. Hal tersebut diyakini selain menjadi faktor utama dalam memperoleh pangan, sektor tersebut juga akan menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. -Salvo Eddie, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, mengatakan penyediaan lahan untuk usaha pertanian merupakan syarat mutlak untuk terwujudnya kemandirian pangan nasional, dan harus dihentikan kedaulatan dan kedaulatannya. Kami menghargai komitmen kami untuk menyediakan lahan subur yang berkelanjutan. Komunikasikan upaya penetapan LP2B kepada semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, ”ujar Sarwo Edhy. -Sarwo Edhy mengungkapkan bahwa melindungi LP2B tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Mengenai ketentuan untuk menjamin ketersediaan pangan, undang-undang tersebut diundangkan dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 dan turunannya. Undang-undang ini mewajibkan KP2B, LP2B diatur dalam Perda RTRWN, RTRW Provinsi dan Kabupaten / Kota. Dan LCP2B. – Lampung Selatan sudah menyampaikan anggaran penyusunan Perda LP2B sejak 2016 dan 2017. Belum terlaksana.Pada 2018, dianggarkan kembali dan bekerjasama langsung dengan UNILA merumuskan perda LP2B secara swakelola LP2B saat ini harus memiliki peta spasial. Untuk itu, Bibit Purwanto, Direktur Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Tanam (Kadis) Lampung Selatan, mengatakan untuk itu, dalam penyiapan tugas kegiatan ini harus Peraturan daerah LP2B dilengkapi dengan peta geospasial.

Tinggalkan Balasan