2020-08-16 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah akan menjemput Tenaga Kerja Indonesia (PMI) di Majalengka, Etty Bint Toyib.

Penjemputan akan dilakukan pada Senin (6/7/2020) pukul 16.00 WIB di Bandara Dan Soekarno-Hatta Tangerang.

“Saya akan menjemput Bu Etty di bandara sore ini. Meinak Ida mengatakan di Jakarta pada hari Senin:” Doakan agar Bu Etty bisa selamat pulang ke Indonesia dan rumahnya. “-Menaker Ida mengaku puas dengan pembebasan dan pemulangan Etty. Menurutnya, Etty warga negara Indonesia harus dilindungi oleh negara.

“ Pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, telah berkomitmen untuk melindungi PMI . Dia mengatakan bahwa kami bertanggung jawab atas keselamatan PMI. -Etty Toyyib adalah PMI yang bekerja di Taif, Arab Saudi. Pada 2001, Etty dituduh sebagai penyebab kematian majikannya, Faisal al-Ghamdi. Itti dituduh meracuni majikan.

Selama persidangan, keluarga majikan meminta hukuman mati untuk Kisas, dan pengadilan menjatuhkan hukuman mati / Kisas.

Hukuman mati Kissas didasarkan pada hukuman Taif. Pengadilan Umum No. 04/22 / 1424H, Pengadilan No. 75/17/8 (06/23/2003), disetujui oleh Pengadilan Banding dalam No. 07/17/1428, Pasal 307 / Kho / 2/1, dan oleh Mahkamah Agung Pengadilan membunuh majikannya, Faisal bin Said Abdullah Al Ghamdi, warga negara Saudi, dalam hitungan 12/2/1429 H No. 1938/4. -Namun, setelah negosiasi dan berbagai langkah, ahli waris ini akhirnya siap untuk memaafkan 4 juta Riyal Saudi atau 15,2 miliar Yen Jepang.

Dana tersebut merupakan hasil dari “tabarru” atau sumbangan dari berbagai dermawan di Indonesia, termasuk dana yang dihimpun oleh Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sejak 2018.

Tinggalkan Balasan