2020-08-16 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan telah mengerahkan banyak Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sentra produksi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Alat pencegahan yang diproduksi meliputi masker, hand sanitizer, sabun, alat pelindung diri (APD), sistem injeksi sabun cair, dan ruang desinfeksi. Dan memproduksi 2.740 lapisan APD.

Semua alat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari BLK ke semua pihak yang membutuhkan (termasuk agen TNI dan POLRI); petugas rumah sakit dan kucing; stasiun pengolahan Covid-19 dan BNPB; pelari jalan dan Ojol; pasar dan jalan Penjaja; -Barang ini juga didistribusikan ke aparat keamanan di berbagai kementerian, instansi pemerintah daerah dan swasta; masyarakat dan lingkungan sekitar BLK / BPP; tempat ibadah; asosiasi medis; dan tempat umum serta masyarakat umum yang membutuhkan pelayanan. Rencana aksi tersebut sebagai bentuk dukungan untuk mendukung penyebaran Covid-19. Aksi tersebut melibatkan BLK Pusat (UPTP), BLK Pemerintah Daerah (UPTD), BLK masyarakat dan Balai Pengembangan Produktivitas (BPP).

“Kami akan terus aktif mengoptimalkan sumber daya pelatihan dari BLK pusat dan daerah, BLK masyarakat dan BPP. Terkait pekerjaan sandang, mekanisasi pertanian, pengelasan dan peningkatan produktivitas untuk memproduksi alat untuk mencegah penyebaran Covid-19,” Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah Selasa Menurut siaran pers Humas Kementerian Ketenagakerjaan (7/4), Menteri Tenaga Kerja mengatakan, operasi pembuatan topeng tersebut melibatkan 15 BLK UPTP, 129 UPTD BLK dan 4 BLK masyarakat yaitu BBPLK Semarang dan 21 BLK pendampingan; BBPLK Medan (14 assist BLK); BBPLK Bandung (12 assist BLK); BBPLK Serang (13 assist); BBPL Bekasi (15 assist); BLK Banda Aceh (10 assist); BLK Padang (11 assist); Surakarta’s BLK (8 assist); Makassar BLK (17 assist); Samarinda BLK (2 BLK assist); BLK Banyuwangi; BLK Sorong (4 BLK assist); BLK Ambon (2 BLK assist); BLK Kendari (3 BLK assist) ); dan BLK Ternate (1 BLK). 180.875 topeng diproduksi. Alat pencegah Covid-19 ini diproduksi sesuai standar kesehatan. Selama proses produksi dilakukan konsultasi dengan dinas kesehatan terkait, ”kata Ainard Menak.Sementara itu, 8 BLK pusat dan BPP dialokasikan untuk produksi hand sanitizer yaitu BBPLK Medan. BBPLK Semarang, BLK Makassar “. , BLK Banda Aceh, BLK Kendari, BLK Lembang, BLK Padang dan BPP Kendari.

“Kedelapan BLK dan BPP ini bisa menghasilkan 8.500 liter hand sanitizer,” kata Menaker Ida. -Selain itu, 6 BLK pusat dan 4 BLK daerah bertanggung jawab atas produksi kios desinfeksi, yaitu BBPLK Bekasi, BLK Surakarta, BLKPP DIY, BLK Padang, BLK Makassar, BLK Gorontalo, BLK Takalar, BLK Majene, BLK Samarinda dan BBPLK Bandung.

Selama periode ini telah diproduksi 2.740 kaos APD yang diproduksi oleh 8 BLK pusat diantaranya BBPLK Semarang, BLK Banyuwangi, BLK Makassar, BLK Ambon, BLK Surakarta, BLK Padang, BLK Kendari dan BLK Samarinda . Sistem infus diproduksi oleh BLK pusat (yaitu BLK Lembang). Menteri Tenaga Kerja menjelaskan bahwa BLK tersebut memproduksi 20 tangki air.

Menaker Ida berharap alat-alat yang dihasilkan BLK untuk mencegah penyebaran Covid-19 dapat memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan. “Ini bagian dari upaya bersama kami untuk memerangi Covid -19,” kata Aida. (*)

Tinggalkan Balasan