2020-08-16 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Saat virus Covid-19 merebak di Indonesia, kreativitas banyak pelaku usaha kecil dan menengah dalam pemasaran produk tengah diuji. Salah satunya melalui dunia maya yang juga dikenal dengan media sosial. Serupa dengan UKM Darmono, perusahaan ini memproduksi sambal khas dengan merek e’Sambelin.

Darmono mengatakan, sejak virus Covid-19 merebak, pihaknya menggunakan media sosial untuk mempromosikan dan menjual produk kecapnya. Tanda cabai.

“Alhamdulillah, antusias konsumen masih tinggi,” kata Darmono dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Senin (4/5/2020).

— Baca: Sandiaga Uno mengaku telah dipecat. Bagikan rahasia 3M untuk membantu UMKM selamat dari pandemi korona-I awalnya adalah Damono, dan pesanan sambal berasal dari komunitas teman itu sendiri. Setelah dari mulut ke mulut, masyarakat lain juga memesan sambal. Darmono mengatakan: “Kuncinya terletak pada kreativitas dalam pemasaran dan kualitas produk.” Dari segi rasa, mono khas e’Sambelin Cak’sauce juga memiliki rasa yang beragam. Botolnya berukuran 150mm, dan selain rasa cabai biasa juga ada ikan, petai dan stik. Harganya dipatok antara Rp 30.000 hingga Rp 35.000. Sementara rasa cumi-cumi Rp 45.000. “Reseller bisa mendapatkan cash back atau potongan harga Rp 5.000,” kata Darmono yang bisa menghasilkan ratusan botol sambal per pesanan. Beberapa daerah di Indonesia mulai bertambah. Damono berkata: “Dia juga mulai menerima banyak pesanan di luar Jakarta.” Nyaman. Namun, ia tetap mengutamakan unsur higienisnya.

Kedepannya, e’Sambelin akan terus berinovasi dan berkembang dalam hal kualitas produk, perubahan rasa dan inovasi pemasaran. Darmono menyimpulkan: “Wabah Corona merupakan kegiatan yang dikembangkan UMKM di kelas dalam hal kreativitas, inovasi, keuletan dan cara memanfaatkan media sosial secara maksimal.” (*)

Tinggalkan Balasan