2020-08-16 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengatakan, penyusunan rencana ketenagakerjaan (RTK) yang nyata dan akurat membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah dan antar instansi. — Dalam menyusun rencana pembangunan daerah, rencana ketenagakerjaan yang nyata dan akurat dapat dijadikan acuan atau saran.

“Rencana tenaga kerja yang baik membutuhkan partisipasi semua pihak. Oleh karena itu, perlu ada kolaborasi antara departemen dan departemen kerja agar dokumen perencanaan tenaga kerja yang dibuat dapat mencerminkan aspek lintas sektoral dari pekerjaan,” kata Menaker Ida dalam pidatonya. Pidato pembukaan webinar yang diselenggarakan pada Selasa (14/7/2020) bertajuk “Ada Rencana Ketenagakerjaan dalam Implementasi Pembangunan Ketenagakerjaan Berkelanjutan”.

Untuk mendukung perumusan rencana kerja yang nyata dan akurat, Menteri Ida menyebutkan bahwa pihaknya telah menyediakan Sistem Informasi Tenaga Kerja (SISNAKER).

Setiap orang dapat mengakses sistem online untuk memperbarui data dan informasi ketenagakerjaan.

Oleh karena itu, data dan informasi yang tersedia untuk SISNAKER dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan lapangan kerja berkelanjutan.

“Sistem ini kita buat untuk mempertemukan semua pemangku kepentingan ketenagakerjaan. Ketika kementerian / organisasi lain membutuhkan data dan informasi terkait ketenagakerjaan, mereka harus mengacu pada bahan referensi SISNAKER,” jelasnya.

Menaker mengatakan bahwa sektor tenaga kerja saat ini menghadapi banyak tantangan. Menaker mengatakan karena angkatan kerja masih didominasi oleh keterampilan rendah, bonus demografi akan mencapai puncaknya pada tahun 2030, era 4.0 Revolusi Industri, untuk menghadapi tantangan terbaru pandemi Covid-19. Melalui berbagai rencana pengembangan sumber daya manusia dalam Kementerian Sumber Daya Manusia, upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menanggapi tantangan pandemi Covid-19, pemerintah telah mengurangi dampak pandemi Covid-19 pada sektor ketenagakerjaan.

“Hal ini tentu saja sesuai dengan x Covid-19. Menteri Tenaga Kerja menjelaskan bahwa selain kebijakan Covid-19 yang ditujukan untuk mengalahkan sektor kesehatan, langkah-langkah mitigasi yang dilakukan oleh berbagai negara juga telah dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian.

Oleh karena itu, Menaker kembali menegaskan bahwa untuk mempersiapkan tenaga kerja perlu dilakukan perencanaan yang terbaik untuk mendapatkan data yang benar dan akurat.

Karena keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan, terutama dalam meningkatkan kualitas dan melindungi tenaga kerja. Diharapkan bahwa rencana ketenagakerjaan dapat digunakan sebagai tolok ukur atau saran untuk perumusan rencana pembangunan daerah. (*)

Tinggalkan Balasan