2020-08-16 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mendorong setiap cabang olahraga mengembangkan kreativitasnya sendiri dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menpora mencontohkan, tidak ada kontak fisik langsung untuk menyelenggarakan turnamen secara internal.

Hal ini disiarkan Menpora usai menyaksikan babak final turnamen putra PBSI Home Tournament di Pelatnas Nasional PBSI di Cipayung, Jakarta pada Jumat (10/7/2020). Kejuaraan internal yang digelar PBSI ini terlihat berbeda. Pasalnya, permainan atlet tidak bisa disaksikan langsung oleh masyarakat. diam. Tidak ada panggilan dari pendukung. Perangkat yang sesuai menerapkan protokol kesehatan. Menpora yang menjadi saksi perjuangan para atlet juga harus mematuhi aturan kesehatan.

Siapapun yang masuk ke Pusdiklat Nasional Cipayung wajib mengecek suhunya. Gunakan hand sanitizer pada masker wajah. Menpora juga duduk bersama Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto dan Direktur Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti dan lainnya, namun tidak duduk. Menpora sangat berterima kasih atas prestasi yang diraih kompetisi ini bagi para calon atletnya. Oleh karena itu, olahraga haruslah kreatif. Musim bulu tangkis bisa (menyelenggarakan turnamen keluarga), tetapi yang lain tidak bisa. Namun, ia harus mengikuti aturan kesehatan. Nanti saya akan menularkannya ke olahraga lain, terutama yang tidak berdampak langsung pada tubuh. Jika bukan sepak bola atau bola basket, ya. Menpora melanjutkan, setiap cabang olahraga harus dipersiapkan untuk kejuaraan mendatang.

Untuk alasan ini, dipandang perlu untuk terus berlatih dan menyelenggarakan turnamen secara internal.

“Kita harus bersiap untuk ini” Ini akan menjadi Olimpiade mendatang. Nah, para atlet ini harus mencoba kompetisi internal. Jadi mereka bisa membuktikan hasil latihan sejauh ini, “kata Menpora.” Saya kira itu tanggung jawab. Ya, tujuan atlet (di Pelatnas Cipayung) untuk kejuaraan ke depan sepertinya ada di olimpiade yang akan datang. Masih ada waktu untuk meningkatkan kinerja; untuk menjaga kekuatan fisik dalam menghadapi pandemi, prosedur kesehatan harus ditetapkan. Saya sering datang ke sini dan bahkan berjanji untuk bersama mereka (atlet), tetapi itu terjadi sebelum Covid-19 (pandemi), tetapi selama Covid-19, saya takut dan mereka takut. Takut. Sekali lagi tetap sehat dan ikuti prosedur kesehatan, ”jelas Menpora. Sekjen PBSI Achamd Budiharto menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengatakan PBSI akan terus berkreasi.

“ Pak Menpora hadir dan mendapat dukungan serta pengakuannya. Yang Mulia. Kami akan terus berinovasi untuk meningkatkannya di masa mendatang. », Jelasnya. *)

Tinggalkan Balasan